Siswa Sudah Rindu Sekolah

MENUNGGU RAPID TEST: Pelajar kelas XII SMA Negeri 1Pontianak, menunggu di luar ruangan untuk melakukan rapid test yang diadakan di sekolahnya,Senin(27/7). Tes cepat yang dilakukan sebagai bentuk persiapan menghadapi pembelajaran tatap muka. HARYADI/PONTIANAKPOST

Persiapan Tatap Muka, 427 Siswa SMAN 1 Dirapid Test

PONTIANAK – Sebanyak 427 siswa SMA Negeri 1 Pontianak mengikuti rapid test pada Senin (27/7) kemarin. Rapid test ini digelar sebagai persiapan pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan 1 Agustus mendatang.

Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak Dwi Agustina mengatakan, pelaksanaan rapid test di lingkup SMAN 1 ini dikhususkan bagi pelajar kelas 3 SMA. Total ada 427 siswa yang bakal di-rapid test.

Ia melanjutkan, rapid test dilakukan guna menindaklanjuti instruksi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat. Di mana, sebelum belajar tatap muka yang bakal dilaksanakan Agustus mendatang, terlebih dulu mesti melakukan persiapan-persiapan. Salah satunya dengan merapid peserta didik.

Rapid test yang dilakukan ini, lanjut dia, dibagi empat sesi. Waktunya dimulai dari pukul 08.00 sampai 12.00. Ia berharap semua peserta didik hadir semua. Namun jika ada yang tak hadir, akan ada tindaklanjut yang akan dilakukan. “Entah sebelum masuk atau sesudah masuk, nanti siswa yang belum di-rapid akan dilakukan rapid juga,” ungkapnya.

Jelang dibukanya pintu sekolah buat belajar tatap muka bagi pelajar kelas 3 SMA, pihak sekolah juga telah melakukan berbagai macam kesiapan. Tempat cuci tangan, sabun, pengecekan suhu dengan termogun, hand sanitizer menjadi wajib di sekolah ini.

Skenario pembelajaran tatap muka nanti, dalam satu kelas hanya 18 siswa. Saat masuk nanti, pihak sekolah akan memberikan petunjuk bangku-bangku yang menjadi tempat duduk siswa dengan menggunakan pembatasan jarak.

Untuk makan minum, disarankan siswa untuk membawa bekal dari rumah. Karena kantin sekolah belum diperkenankan buka buat beroperasi melayani siswa. Tujuannya untuk menghindari kerumunan. “Untuk jam belajar mengajar skenario yang bakal kami susun, kemungkinan sebelum zuhur siswa sudah berada di rumah,” ungkapnya.

Selain siswa yang di-rapid test, sebelumnya para guru, tenaga TU dan pendukung di sekolah sudah dilakukan tes swab. Hasilnya memang belum diketahui. Namun ia harap semuanya negatif Covid-19.

Di tempat sama, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Tim Gerak Cepat Dinkes Kalbar, Daryati mengatakan proses rapid test yang dilakukan di SMA 1 menyasar pada siswa kelas 3 SMA. “Ini merupakan instruksi sebagai persiapan awal dimulainya belajar tatap muka,” katanya.

Rapid test dilakukan oleh enam orang petugas. Rapid test juga berjalan baik. Meski begitu, ia tak menutupi saat rapid dilakukan, terdapat pelajar yang reaktif. Mungkin karena kondisi tubuhnya sedang sakit. Tetapi ini akan dilakukan tindak lanjut dengan  melakukan uji swab. Baik untuk siswa tersebut dan keluarganya.

Salah satu pelajar SMAN 1 Pontianak, M Khasiful Kurdi menuturkan bahwa informasi tentang pelaksanaan rapid test bagi siswa kelas 3 SMA 1 Pontianak diumumkan oleh guru pada hari Minggu. “Info awal itu akan dilakukan swab. Agak takut juga. Namun setelah diterima informasi bahwa tes yang dilakukan adalah rapid barulah lega,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, rapid test yang dilakukan berjalan dengan baik. Ia pun tidak merasa takut. Karena ia sudah rindu untuk ke sekolah dan belajar tatap muka seperti dulu. “Saya sudah rindu sekolah. Ingin tatap muka bersama teman-teman. Pastinya jika proses belajar tatap muka dilakukan, penerapan protokol kesehatan akan kami lakukan,” tandasnya. (iza)

error: Content is protected !!