Smansa Menang Telak Atas SMA Maranatha

honda dbl

CEPAT : Permainan cepat langsung diterapkan oleh SMA Negeri 1 Pontianak sejak awal laga. Dengan melakukan pressing di daerah pertahanan SMA Maranatha | MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Semifinalis tahun lalu, SMA Negeri 1 Pontianak kembali menunjukkan tajinya di gelaran Honda DBL West Kalimantan Series 2019. Meski di tinggal dua pilarnya karena cedera, SMA Negeri 1 Pontianak membuktikan jika salah satu favorit juara.

Bertanding melawan SMA Maranatha, SMA Negeri 1 Pontianak berhasil menang dengan skor meyakinkan, 66-16.

Permainan cepat langsung diterapkan oleh SMA Negeri 1 Pontianak sejak awal laga. Dengan melakukan pressing di daerah pertahanan SMA Maranatha. Strategi tersebut berjalan efektif dengan membuat permainan SMA Maranatha sulit berkembang. Kuarter pertama ditutup dengan skor 16-01.

Di awal kuarter kedua, permainan cukup berimbang dengan materi pemain berbeda di kuarter pertama. Namun di pertengahan kuarter kedua, SMA Negeri 1 Pontianak mengganti seluruh pemainnya dengan line up di kuarter pertama. SMA Negeri 1 Pontianak berhasil menambah poin, kuarter kedua ditutup dengan skor 22-02.

Di kuarter ketiga, SMA Negeri 1 Pontianak yang didukung oleh ratusan suporternya yang hadir di GOR Perbasi semakin mendominasi pertandingan dengan melakukan fast break yang cukup efektif. SMA Negeri 1 Pontianak unggul 51-04 diakhir kuarter ketiga.

Di kuarter terakhir SMA Maranatha mencoba memperkecil ketertinggalannya melalui percobaan tembakan tiga angka dan permainan yang lebih percaya diri. Namun SMA Negeri 1 Pontianak juga berhasil menjaga jarak. Skor akhir 66-16 untuk kemenangan SMA Negeri 1 Pontianak.

Pelatih SMA Negeri 1 Pontianak, Aridoni, mengatakan pertandingan pertama selalu sulit, namun jika berhasil melewatinya kedepannya lebih enak. “Sebelumnya saya sudah targetkan menang. Yang saya takutkan adalah cara mainnya, karena memang tidak mudah di pertandingan pertama,” ucapnya seusai pertandingan.

Ia mengatakan kondisi tim sedang tidak bagus karena tim kehilangan dua pilar di tim, jadi tim hanya punya 10 pemain saat ini. “Jadi ini tim apa adanya, tapi kita targetkan semifinal sejak awal turnamen,” tuturnya.

“Saya tekankan hari ini dapat chemistry dalam bermain, adaptasi di lapangan dan lingkungan. Tadi juga ada sempat perbedaan sudut pandang tentang aturan dengan wasit, namun mereka mengakui kesalahannya, dan tidak dipermasalahkan,” ungkapnya.

Tentang lawannya, ia mengatakan merupakan tim baru tetapi mempunyai semangat dan tetap fight untuk belajar dan tidak memandang hasil terlebih dahulu. “Hal ini bagus untuk tim baru kedepannya,” imbuh Aridoni.

Di pertandingan pertama ini juga Aridoni mengatakan mencari formula baru karena dua pemain yang mengalami cedera. “Jadi apa yang saya lakukan hari ini untuk mencari formula di laga berikutnya. Makanya sempat berimbang di kuarter kedua,” tuturnya.

Di pertandingan berikutnya, timnya akan berhadapan dengan SMA Negeri 2 Pontianak. Ia yakini timnya selalu menang dari segi mental bertanding pada pertemuan sebelumnya. “Yang saya takutkan adalah anak-anak over confident, hal ini bisa boomerang bagi tim. Jadi saya selalu pesankan itu, untuk masalah main, jika meraka siap, pasti bisa,” tandasnya.

Sementara itu, pelatih SMA Maranatha Noer Riswandi, mengungkapkan pertandingan kemarin merupakan laga perdana SMA Maranatha mengikuti DBL, setelah vakum lebih dari 5 tahun. Ia mengakui secara skill lebih dibawah dari SMA Negeri 1 Pontianak.

“Jadi apa yang mereka mampu hanya itu yang saya bisa lakukan dan memaksimalkan permainan. Apalagi yang bermain ini kelas sepuluh, sembari berharap dari game ini mereka dapat ilmu baru dan pembelajaran untuk next game di DBL,”katanya.

Noer mengatakan di pertandingan kali ini, karena menerapkan aturan man to man defense, maka yang ditekankan adalah bagaimana cara defense, dan tidak terlalu mengurus soal offense.

“Ketika offense ditekan dan defense ditekan juga makan hancur mainnya. Jadi offense kita percayakan sama pemain, dan defense nya aja yang kita rapikan, sehingga next game mereka sudah terbiasa dengan man to man yang diterapkan di DBL,”pungkasnya. (var)

Read Previous

Porsi Memanjakan Buah Hati

Read Next

Pasukan Navy Im Army Bidik Best Suporter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *