Soal Kelangkaan Elpiji, Midji Minta Pertamina Selesaikan Dalam Lima Hari

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memberi tenggat lima hari kepada PT. Pertamina untuk menyelesaikan persoalan kelangkaan elpiji tiga kilogram di provinsi ini.

“Saya berikan waktu Pertamina lima hari untuk menyelesaikan (kelangkaan) ini,” ungkapnya saat menerima Kunker Anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurahman bersama Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (30/7).

Midji sapaan akrabnya mengatakan, saat ini di data terpadu Pemprov Kalbar jumlah keluarga sejahtera atau warga miskin di Kalbar mencapai 462 ribu. Sementara dirinya yakin suplai elpiji tiga kilogram lebih dari itu.

“Sekarang tata niaganya dari agen ke pangkalan, lalu pengecer, ini semua bisa diatur. Kalau terjadi kelangkaan, agen yang harus bertanggung jawab. Agen yang nakal-nakal berhentikan saja,” katanya.

Untuk membantu menyelesaikan persoalan ini, Pemprov Kalbar akan meminta Satpol PP melakukan razia kepada masyarakat yang tidak berhak namun masih menggunakan elpiji tiga kilogram.

“Kami akan tegas, percayalah. Semua masyarakat yang tidak berhak menggunakan elpiji tiga kilogram akan ditindak,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman mengatakan, petemuan ini untuk merespon situasi terkini di Provinsi Kalbar mengenai persoalan minyak dan gas.

“Ada beberpa isu yang kami bicarakan dan juga kami dorong untuk menghasilkan sebuah solusi,” katanya.

Isi pertama adalah soal elpiji tiga kilogram, DPR RI di Komisi VII meminta Pertamina menaikan kuota nasional terlebih dahulu.

Yakni yang awalnya tujuh juta metrik ton menjadi 7,5 juta metrik ton. Yang artinya ada penambahan sebesar 500 ribu metrik ton.

“Tinggal nanti kami detail kan, khusus Provinsi Kalbar elpiji tiga kilogram akan dirumuskan dan akan kami kawal,” ujarnya.(bar)

error: Content is protected !!