Soal Pelayanan PDAM, Dewan Belum Puas

Maimunah

SUNGAI RAYA —  Anggota DPRD Kubu Raya, Maimunah meminta Pemerintah Kubu Raya mendorong optimalisasi pelayanan PDAM Tirta Raya Kubu Raya agar bisa lebih maksimal dalam memberikan pelayana air bersih bagi masyarakat di kabupaten ini.  “Sejauh ini saya melihat layanan PDAM di Kubu Raya ini memang masih belum maksimal. Ini bisa dilihat dari masih banyaknya keluhan pelanggan seperti masih adanya air tidak lancar mengalir, kadang juga keruh dan beberapa keluhan lainnya,” kata Maimunah kepada Pontianak Post, Senin (13/1).

Optimalisasi pelayanan PDAM di Kubu Raya ini dinilainya mendesak untuk dilakukan, karena selain pelanggan lama, PDAM Tirta Raya Kubu Raya lanjutnya juga dituntut untuk bisa mengakomodir calon pelanggan baru di kabupaten ini.  Berdasarkan data yang diterimanya, kata Maimunah saat ini terdapat sekitar 2.000 calon pelanggan baru yang sudah masuk dalam daftar tunggu untuk menjadi pelanggan PDAM di Kubu Raya. Sebagian dari pelanggan baru tersebut kata dia, berasal dari kalangan pengembang yang beberapa tahun terakhir dinilai cukup banyak membangun properti di Kubu Raya.

Menurutnya, alokasi anggaran yang dikucurkan Pemerntah Kabupaten Kubu Raya untuk mendorong perbaikan pelayanan PDAM di tahun 2020 pun belum maksimal. Pasalnya kata dia, alokasi anggaran tersebut hanya diperuntukkan membangun jaringan pipa PDAM di sekitar kawasan Desa Sungai Raya Dalam dan Desa Parit Baru.  “Belum lama ini saya dan sejumlah Anggota Komisi III lainnya, mengikuti pertemuan dengan pihak PDAM Kubu Raya, kala itu disebutkan, jika alokasi APBD Kubu Raya untuk PDAM tahun ini hanya sekitar Rp2 miliar, dan itu pun hanya untuk pembangunan jaringan pipa di sekitar Desa Sungai Raya Dalam dan Desa Parit Baru,” terangnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai, jika hanya dibangun jaringan pipa saja, maka dipastikan belum bisa maksimal dalam mendorong perbaikan pelayanan PDAM di Kubu Raya. “Percuma saja bangun jaringa pipa, namun kapasitas debit air yang mengalir masih kecil dan ini tentunya berpengaruh terhadap masih kecilnya aliran ke rumah pelanggan,” ungkapnya.

Selain membangun jaringan pipa, kata Maimunah idealnya juga bisa ditambah dengan pembangunan boster baru disejumlah titik strategis di Kubu Raya. Dia mengakui dan memaklumi jika anggaran pemerintah daerah terbatas, apalagi jika harus membangun boster dibeberapa titik sekaligus. Namun menurutnya, jika kekurangan anggaran, pihak pemerintah daerah setempat bisa mengupayakan untuk mengajukan pengadaan boster baru tersebut melalui pemerintah provinsi atau pemerintah pusat.

Anggota Komisi III DPRD Kubu Raya lainnya, Syahdan menambahkan, cara lain untuk meningkatkan pelayanan PDAM Tirta Raya di Kubu Raya yakni dengan merealisasikan MoU kerjasama tentang pelayanan air bersih PDAM antara Pemerintah Kubu Raya dengan Pemerintah Kota Pontianak.

“Seingat saya, sebelumnya Pemerintah Kubu Raya dan Pemerintah Kota Pontianak telah membuat kesepakatan dalam pelayanan air bersih PDAM, hanya saja sepertinya teknis di lapangan belum terealisasi dan saya harap kerjasama ini bisa dilanjutkan. Karena setahu saya PDAM Kota Pontianak itu sudah cakupan layanannya juga sudah baik. Jadi setidanya bisa membantu untuk mengoptimalkan layanan air bersih bagi masyarakat di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

loading...