Soal Rencana Vaksinasi Covid-19, Perlu Sosialisasi Berkesinambungan

Dekan Fakultas Kedokteran Untan Muhammad Asroruddin saat menjadi pembicara dalam webinar KPCPEN bertajuk Vaksin Aman, Masyarakat Sehat, Jumat (4/12) pagi.

PONTIANAK-Sebagai upaya penanggulangan pandemi Covid-19, vaksinasi penting dilakukan untuk melengkapi strategi melawan penyakit ini. Meski demikian, pro kontra mengenai penggunaan vaksin akan selalu ada. Untuk itu perlu sosialisasi secara berkesinambungan tentang tujuan, manfaat dan tahapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Untan Muhammad Asroruddin saat menjadi pembicara dalam webinar KPCPEN bertajuk Vaksin Aman, Masyarakat Sehat, Jumat (4/12). “Imunisasi atau vaksinasi adalah suatu upaya pencegahan penularan penyakit ke orang-orang yang sehat. Sehingga semakin sedikit yang tertular dan penyebaran penyakit akan terkontrol,” ungkapnya.

Asroruddin menjelaskan sejauh ini vaksin yang ada sudah dapat mencegah berbagai penyakit infeksi. Di antaranya PD3I, BCG, DTP, Polio, Measles, Hepatitis B, Hib, PCV, Influenza, Dengue dan lain-lain. Sementara untuk vaksin Covid-19 sendiri, pemerintah tengah menyiapkan pengadaannya. Dimana ada enam kandidat vaksin yang bakal didistribusikan di Indonesia.

Selain individu, vaksin penting untuk kepentingan secara kelompok atau komunitas karena ketika masyarakat telah diimunisasi untuk mencegah suatu penyakit, maka penyebaran penyakit tersebut akan terhambat.

“Disebut herd sama dengan indirect, terjadi kekebalan komunitas (herd immunity). Ketika masyarakat telah mempunyai kekebalan, maka secara tidak langsung mencegah sebagian masyarakat yang tidak diimunisasi seperti bayi muda dan orang yang menderita defisiensi imun,” jelasnya.

Tujuannya antara lain agar individu sehat, keluarga sehat, tatanan masyarakat semakin baik, produktifitas meningkat dan ekonomi bangkit. Termasuk juga menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19. Lalu mencapai kekebalan kelompok untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat, serta melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh. “Akhirnya dapat menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi,” paparnya.

Asroruddin menjelaskan untuk persiapan vaksin sendiri harus melewati beberapa tahapan. Mulai dari pre klinis hingga empat fase. Untuk fase terakhir yang keempat ketika sudah digunakan oleh masyarakat adalah dilakukan pemantauan KIPI. “Semua vaksin melewati tahapan penelitian yang jelas dan terukur melalui tiga fase yang dipastikan keamanan dan keefektifannya sebelum dapat didistribusikan,” katanya.

Sementara mengenai KIPI, dijelaskan dia adalah setiap kejadian medis yang tidak diinginkan, terjadi setelah pemberian imunisasi dan belum tentu memiliki hubungan kausalitas dengan vaksin. Gejala KIPI bisa berupa gejala ringan yang dirasakan tidak nyaman atau berupa kelainan hasil pemeriksaan laboratorium.

“Gejala yang timbul seperti sakit dan demam ringan adalah bentuk respons imunitas tubuh. Pemberian vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan sehingga hal tersebut adalah hal yang wajar terjadi setelah pemberian vaksin,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Asroruddin sekaligus meluruskan beberapa isu tidak benar yang sempat beredar mengenai vaksin. Seperti di antaranya vaksin disebutkan dapat mengubah DNA manusia, MUI larang penggunaan vaksin dari Tiongkok, menyebabkan asma atau alergi, menyebabkan autisme, mengandung penyakit yang beracun, kandungan alumunium pada vaksin berbahaya bagi otak dan lain sebagainya.

“Vaksinasi sangat penting dilakukan untuk melindungi individu dan masyarakat secara umum Vaksinasi Covid-19, bukan menggantikan protokol kesehatan tetapi melengkapi strategi melawan pandemi ini,” ucapnya.

Selain itu pelaksanaan vaksinasi juga bakal disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Dan pastinya vaksinasi akan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari BPOM.

“Kesimpulan saya yang lain perlu juga ada penguatan sistem melibatkan jejaring layanan potensial Rumah Sakit pemerintah dan swasta. Serta perlunya sosialisasi secara berkesinambungan tentang tujuan, manfaat, dan tahapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini,” tutupnya.(bar)

error: Content is protected !!