Sosialisasi 1000 HPK Pada Masyarakat Serawai

Kusmana ; Jaga Anak Agar Tak Menikah Muda

SINTANG-Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat, Kusmana memberikan sosialisasi di Balai Sekertariat Unit Pelaksana Program Keluarga Harapan, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Jumat (6/9). Pentingnya pengasuhan 1000 HPK dalam kelompok BKB menjadi materinya.

Kusmana menjelaskan 1000 Hari Pertama Kehidupan diharap dapat meningkatkan kemampuan keluarga terhadap sasaran gizi dengan menerapkan prinsip gizi seimbang. Sasarannya adalah ibu hamil, ibu menyusui bayi dan balita. Adanya pengasuhan yang benar bisa membentuk kualitas seorang anak dari proses tumbuh kembangnya.

Stunting juga menjadi perhatian Kusmana pada sampaian materi itu. Oleh karenanya pada masa-masa hamil, ibu mesti menjaga betul janinnya. Karena terjadinya stunting ada banyak penyebab. Diantaranya nutrisi makanan yang tak baik, cara pemberian makanan dan kebersihan lingkungan.

Pada kesempatan itu, dia juga mengingatkan para orang tua untuk tidak menikahkan anaknya di usia muda. “Anak-anak di bawah 18 tahun belum ideal untuk menikah. Karena ukuran pinggulnya masih kecil. Kalau melahirkan akan rawan dan bisa menyebabkan ibu dan anak meninggal dunia,” terangnya.

Persoalan itu lanjut dia, menjadi perhatian Gubernur Kalbar. Saking seriusnya menekan pernikahan dini, Gubernur pun memberikan sekolah gratis pelajar di SMA negeri seluruh Kalbar. “Lebih baiknya setelah anak lulus SMA, lanjutkan ke perguruan tinggi. Oleh karenanya ibu bapak yang miliki anak mesti dijaga. Karena mereka penerus generasi kita,” katanya.

Kusmana menambahkan, agar keluarga tetap harmonis, Kusmana juga mengajak para keluarga kembali ke meja makan. Karena di meja makanlah komunikasi hangat dapat terbangun.(iza)

Read Previous

KPK Geledah Ruang Pejabat di Bengkayang

Read Next

Dinsos Kota Pontianak dan ACT, satu Visi Entaskan Permasalahan Sosial Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Most Popular