Sosialisasi Cara Pemotongan Hewan Qurban

UNTUK PENYEMPURNAAN: Acara sosialisasi pemotongan hewan qurban tahun 2019, di Aula Gedung Arafah, Rabu (17/7)

SINGKAWANG — Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie membuka sosialisasi pemotongan hewan qurban tahun 2019, di Aula Gedung Arafah, Rabu (17/7).

“Sosialisasi ini merupakan agenda rutin Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Singkawang bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Singkawang menjelang hari raya Iduladha,” kata Tjhai Chui Mie.

Sosialisasi ini dinilainya penting, karena melalui kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan forum ajang diskusi bagi para pengurus masjid, petugas pemotong hewan qurban, tim pengawasan hewan qurban dan pengambil kebijakan, secara langsung dalam menyambut hari besar keagamaan Iduladha tahun 2019.

“Agar dapat melaksanakan kegiatan pemotongan hewan qurban, baik sapi maupun kambing dengan memperhatikan aspek Halal, Higiene Sanitasi dan Kesejahteraan Hewan,” ujarnya.

Aspek diatas, harus benar-benar diperhatikan oleh semua masyarakat dalam kegiatan pemotongan hewan qurban untuk menghasilkan daging qurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

“Perlu saya sampaikan, dalam komunitas PAH (Pangan Asal Hewan) yang bergizi tinggi, kita harus berhati-hati karena bahan pangan asal hewan ini juga baik sebagai media berkembangnya penyakit Zoonosis (yaitu penyakit hewan yang dapat menular ke manusia). Maka kita perlu pemeriksaan hewan sebelum di potong dan pemeriksaan hewan yang sudah di potong (pemeriksaan anti Mortem dan pemeriksaan Post Mortem),” ungkapnya.

Sehingga, daging qurban yang akan dibagikan kepada masyarakat benar-benar memenuhi standar Higiene, aman untuk di konsumsi, sehat bagi tubuh, utuh tidak tercampur dengan bahan lain dan halal sesuai syariat agama Islam.

Tjhai Chui Mie menambahkan, beberapa persyaratan hewan qurban yang perlu diketahui oleh pengurus masjid, panitia qurban dan semua masyarakat bahwa syarat hewan qurban adalah, hewan sehat, tidak cacat, cukup umur, tidak kurus dan diusahakan hewan jantan.

Sementara dalam proses kegiatan pemotongan hewan qurban, hewan harus dipotong dengan syariat Islam, dan hewan harus diperlakukan sesuai kaidah Kesrawan (Kesejahteraan Hewan) yaitu hewan harus diperlakukan dengan baik, bebas rasa takut, bebas lapar dan haus serta tidak disakiti.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Singkawang, Yusnita Fitriadi mengatakan, berdasarkan data tahun 2018 kemarin, jumlah hewan qurban sapi adalah sebanyak 498 ekor. “Dengan rincian, Kecamatan Singkawang Tengah 277 ekor, Selatan 44 ekor, Timur 15 ekor, Utara 58 ekor dan Barat 104 ekor,” katanya.

Sedangkan hewan qurban kambing adalah sebanyak 317 ekor. “Dengan rincian, Kecamatan Singkawang Tengah 154 ekor, Selatan 56 ekor, Timur 11 ekor, Utara 38 ekor dan Barat 58 ekor,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Singkawang, Muchlis AR mengatakan, dengan diadakannya sosialisasi ini, para panitia pemotong hewan qurban semakin paham dalam mengerjakan hewan qurban. “Sehingga semakin jelas kehalalannya karena memperlakukan hewan qurban dengan baik,” katanya.

Sehingga, daging yang dihasilkan pun kualitasnya semakin baik. Dan orang orang yang memakan daging hewan qurban menjadi sehat. “Dengan begitu baik pemotongan maupun yang mengkonsumsinya sesuai dengan syariat Islam,” ujarnya. (har)

Read Previous

Tingkat Minat Baca, Bookfair 2019 Resmi Digelar

Read Next

Upacara Puncak HUT ke 12 Kubu Raya

Tinggalkan Balasan

Most Popular