Sosialisasi Revitalisasi Perpustakaan, Transformasi Berbasis Inklusi

PONTIANAK- Perpustakaan Nasional RI menggelar sosialisasi pengembangan program revitalisasi perpustakaan di Kalimantan Barat.

Acara yang digelar di Pontianak, Rabu (9/10) di Hotel Ibis itu dibuka Woro Titi Haryati, Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan. Hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, TTA Nyarong dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/kota.

Diikuti lebih kurang 50 peserta dari Pengelola perpustakaan umum kabupaten dan desa mitra program transformasi perpustakaan. Narasumber Perpustakaan Nasional Drs Sudarto, widyaiswara madya dan Narasumber Provinsi Sahroni, Pustakawan Madya dan Erwin Sitorus, Kabid Pengembangan Perpustakaan.

Mengusung tema Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, diharapkan perpustakaan bisa menjadi sarana untuk revolusi mental dalam menumbuhkan budaya baca. Oleh sebab itu, perpustakaan harus bisa menjadi tempat yang menyenangkan.

Punya banyak program dan kegiatan yang bisa memberikan wawasan, pengetahuan, dan pembekalan keterampilan.

“Perpustakaan tidak hanya diisi sekadar membaca, tetapi ada pembelajaran, berbagi pengetahun, hingga keterampilan,” jelasnya.

Lebih lanjut Woro menjelaskan, sasaran dari program revitalisasi perpustakaan bukan hanya untuk anak sekolah. Tapi masyarakat umum seperti pemuda, perempuan, dan juga pelaku usaha mikro. Termasuk kelompok marginal seperti penyandang disabilitas sebagai upaya untuk pemberdayaan dan dapat meningkatkan produktivitas serta menciptakan pembelajaran sepanjang hayat.

Dia menambahkan, sosialisasi revitalisasi perpustakaan di daerah juga menjadi upaya untuk memperluas program dan mendekatkan akses informasi ke masyarakat. Harapannya, perpustakaan bisa memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan menjadi pusat untuk berkegiatan. Perpustakaan punya modal kuat yang bisa membuat kegiatan itu terkoneksi satu dengan yang lain.

Kini makna literasi semakin luas, dan bisa berbentuk cognitive skills. Yakni memicu berpikir logis, kritis, analitis, mengembangkan ilmu pengetahuan dan menguasai teknologi, sampai men-transformasi kegiatan ekonomi produktif untuk kesejahteraan. Literasi mempunyai peranan penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan perpustakaan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan literasi masyarakat.
Perpustakaan Nasional memang punya misi untuk mendorong perpustakaan menjadi pelopor gerakan literasi yang bermuara pada perbaikan kesejahteraan.

Mimpi itu diakomodasi oleh Bappenas dengan meluncurkan kebijakan transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Bahkan, pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, literasi untuk kesejahteraan akan mendukung prioritas nasional dalam pembangunan manusia.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, TTA Nyarong pun menyambut baik sosialisasi ini. Dia berharap dapat meningkatkan kebermanfaatan perpustakaan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, sinergitas antarperan perpustakaan di pusat, daerah, kementerian/lembaga dalam pembangunan masyarakat serta meningkatkan sumber daya koleksi, tenaga, anggaran, sarana dan prasarana perpustakaan. (ser)

Read Previous

BKKBN Kuatkan Sinergi Bersama Mitra

Read Next

Puluhan Tahun Tak Dapat Pajak Ekspor

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *