Sosialisasikan Pergub, Tekankan Pencegahan Karhutla

SOSIALISASI: Kabag Bin Ops Dit Binmas Polda Kalbar, AKBP Nurwignyo, saat bertemu dengan sejumlah pihak menyosialisasikan Pergub Kalbar. ISTIMEWA

SEKURA – Polda Kalimantan Barat (Kalbar) menyosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) Kalbar Nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Areal Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal di Kecamatan Teluk Keramat, Rabu (24/2). Dalam kegiatan yang dihadiri tokoh adat dan masyarakat serta Forkopimcam Teluk Keramat dan Tangaran tersebut, juga dirangkai dengan pengecekan kesiapan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Pasalnya, sejumlah titik di dua kecamatan itu rawan terjadinya karhutla.

Dirbinmas Polda Kalbar yang diwakili Kabag Bin Ops Dit Binmas Polda Kalbar, AKBP Nurwignyo mengatakan untuk di Kabupaten Sambas, menjadi salah satu daerah yang memiliki kerawanan terjadinya karhutla.

“Kegiatan Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 103 Tahun 2020 kepada komunitas peduli api, pemadam kebakaran, tokoh adat serta tiga pilar di delapan Polres di Polda Kalbar, yang salah satunya di Polres Sambas yang dipusatkan di wilayah hukum Polsek Teluk Keramat,” kata Nurwignyo yang tiba di Teluk Keramat bersama Paur Subbag Anev Ditbinmas Polda Kalbar, AKP Prambudi P; dan Banum Ditbinmas Polda Kalbar, Bripka Donny Yuliansyah.

Camat Teluk Keramat, Budi Susanto menyebutkan, dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Teluk Keramat, Forkopimcam bersama masyarakat serta Manggala Agni, MPA, dan masyarakat selalu berkoordinasi. “Upaya pencegahan dan penanganan karhutla, dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan semua pihak termasuk masyarakat,” kata Budi.

Camat Tangaran, Suhut Firmansyah menyatakan, setelah banjir melanda, kemudian sekarang cuaca panas sedang terjadi, menjadi kekhawatiran tersendiri untuk wilayah Kecamatan Tangaran, yakni adanya karhutla. “Ada sejumlah wilayah di Desa Semata dan Simpang Empat rawan terjadi karhutla, dan dua desa tersebut berbatasan langsung dengan wilayah Kecamatan Jawai,” katanya.

Ditambah lagi minimnya peralatan pemadam api untuk penanganan jika karhutla terjadi. “Selain itu, minimnya peralatan, serta jarak yang cukup jauh saat akan mendatangi lokasi yang rawan terjadi karhutla menjadi tantangan tersendiri di Tangaran,” katanya.

Meski demikian, khusus untuk di Kecamatan Tangaran, sudah dibentuk tim siaga karhutla dari kelompok masyarakat dan kelompok tani.
Kapolsek Teluk Keramat, menyebutkan untuk karhutla yang terjadi di wilayahnya, di antaranya terjadi di hutan produksi. Sehingga, dalam penanganannya, pihaknya selalu berkoordinasi dengan semua jajaran.

“Kami selalu bersinergi dengan Muspika dan tokoh masyarakat terkait penanganan karhutla. Termasuk dalam penyiapan sarana dan prasarana, kami terbantu dengan peralatan yang dimiliki Manggala Agni dan swadaya masyarakat,” katanya. (fah)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!