Status Darurat Batingsor Diperpanjang

BANJIR: Warga duduk di depan rumah di Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang saat beberapa kawasan di kabupaten ini tergenang banjir, Senin (26/10).FOTO ISTIMEWA

SINTANG-Pada awal Oktober lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir, puting beliung, dan longsor (batingsor). Namun telah berakhir pada 18 Oktober lalu. Namun melihat Kabupaten Sintang yang kembali tergenang banjir, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana batingsor.

Status tersebut diperpanjang hingga 16 November 2021. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Sintang No. 360 tahun 2021 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung, Dan Tanah Longsor Kabupaten Sintang Tahun 2021.

“Perpanjangan status tanggap darurat berlaku selama 30 hari sejak tanggal 19 Oktober 2021 sampai 16 November 2021. Dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai dengan kondisi darurat bencana di lapangan,” ujarnya.

Keputusan  untuk memperpanjang status tanggap darurat bantingsor tersebut setelah memperhatikan kondisi saat ini. Di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Sintang telah terjadi peningkatan curah hujan dan terjadi banjir yang telah mengakibatkan terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Serta kerusakan lingkungan dan infrastruktur.

“Dalam rangka mengantisipasi dampak bencana alam banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor di Kabupaten Sintang, perlu dilakukan upaya-upaya penanganan keadaan darurat. Guna meminimalisir dampak bencana alam banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor, dengan penanganan secara cepat, tepat, terencana, terpadu, dan menyeluruh. Sesuai standar dan prosedur penanganan pada masa tanggap darurat bencana.” pungkasnya. (ris)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!