STIK Muhammadiyah Pontianak Gelar Sosialiasasi Penyebaran Bakteri

PKM: Dosen STIK Muhammadiyah diabadikan bersama siswa/i dan dewan guru SDN 06 Pontianak Timur usai kegiatan PKM. Istimewa

PENGABDIAN Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan dosen melibatkan mahasiwa guna untuk pengembangan soft skill mahasiswa. PKM juga merupakan upaya membantu masyarakat dalam meningkatkan derajat kemandirian secara umum dan kesehatan pada khususnya.

Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak merupakan salah satu kampus di Pontianak yang berfokus pada bidang keperawatan. Melihat pentingnya penanggulangan penyebaran bakteri sejak awal serta memberikan kesempatan kepada para dosen dan mahasiswa mengambil peran dalam pemberian pendidikan dasar terkait hal tersebut, dilaksanakanlah sosialisasi penyebaran bakteri dan pembuangan sputum di SDN 06 Pontianak Timur. Kegiatan ini diikuti 84 siswa, 24 guru dan staff administrasi.

Kegiatan dibuka dengan perkenalan dan sosialisasi penyakit menular melalui batuk, etika batuk, bersin dan cara pembuangan sputum yang benar, aplikasi pembuangan sputum menggunakan teknik menutup mulut dengan lengan baju dan tissue serta pembuangan tissue yang benar ke dalam tong sampah. Hal tersebut diajarkan dengan cara demonstrasi sambil belajar dengan bercerita sehingga anak-anak lebih mudah mengaplikasikan.

Ketua pelaksana PKM, Ns. Tri Wahyuni, S.Kep,.M.Kep dan didampingi Tim Ns. Parliani, MNS, Ns.Tutur Kardiatun, M.Kep, Ns.Aji Prasetyo, S.Kep, Edi Januardi,Amd.Kep, Iqbal Saputra, Amd.Kep, Dian Puspita,Amd.Kep, Ilham,Amd, Kep, Roy Sandi, Hanafi dan Sakidan berharap kegiatan dapat memberikan efek perubahan perilaku kepada anak ketika mengalami batuk serta dapat mengaplikasikan penggunaan pembuangan sputum dengan baik dan benar sehingga tidak terjadi penularan penyakit melalui batuk di lingkungan sekitar.

Kepala SDN 06 Pontim, Samunah, S.Pd mengatakan, PKM yang dilaksanakan STIK Muhammadiyah Pontianak sangat bermanfaat bagi siswa-siswi. “Melalui sosialisasi ini anak dapat mengaplikasikan pembuangan sputum dengan benar,” ungkapnya sembari mengucapkapkan terima kasih kepada tim dosen yang telah hadir di SDN 06.

“Kegiatan seperti ini mestinya harus tetap dilakukan tindak lanjut guna melihat keberhasilan penurunan penyakit menular melalui batuk khususnya pada usia sekolah dasar,” usul Samunah.(ags/ser)

error: Content is protected !!