Stop Korban Investasi Forex Bodong!

investasi bodong

PONTIANAK – Kasus investasi bodong datang silih berganti meresahkan masyarakat. Terbaru, publik digemparkan dengan kasus pialang Guardian Capital Group (GCG) Asia terbukti ilegal dan merugikan banyak warga Indonesia. Tak sedikit warga Kalimantan Barat yang tertipu perusahaan dari Malaysia ini. Banyak keluarga di Pontianak yang menangis!.

SDFx sekolahdasarforex.com, sebuah perusahaan edukasi karya anak bangsa berbasis teknologi terkini atau Education Technology (EduTech) yang fokus di industri Foreign Exchange (Forex) turut berkomentar. Hans Herwin, founder SDFx Indonesia mengatakan, salah satu penyebab mudahnya investasi bodong melakukan praktik kotornya, lantaran sebagian besar korban tidak memiliki ketrampilan literasi keuangan sama sekali.

“Banyak masyarakat yang sembarangan menyerahkan / menitipkan dananya ke perusahaan investasi yang mengiming-imingi imbal hasil tinggi tidak masuk akal. Padahal, ini adalah ciri No.1 investasi bodong. Ini penyakit masyarakat yang harus kita bantu”, tutur Hans kepada Pontianak Post.

Mendapatkan keuntungan di industri forex itu mudah dan sederhana menurut Hans, asal masyarakat mau belajar ketrampilan dasar forex terlebih dahulu, terutama di jaman revolusi industri 4.0 saat ini sangat penting menggunakan teknologi untuk berhasil. Sekarang ini, juga banyak penipuan investasi forex berkedok teknologi atau disebut “robot trading”. “Padahal, engga ada itu robotnya sudah kami cek. SDFx memiliki teknologi tersebut yang kita ajarkan dengan benar dan diaplikasikan nyata ke laptop murid-murid. Salah satunya adalah metode “Revolver 6 Bullets” yang saya ciptakan. Sudah terbukti dan teruji” ucap Hans.

Lantas seperti apa ciri investasi forex bodong? Syahrir, Head Master SDFx sekolahdasarforex.com menyampaikan, diantara ciri – cirinya adalah jika si oknum menjanjikan jaminan keuntungan pasti per bulan dengan iming-iming profit tanpa risiko dan kedua, ada dana yang ditahan pada periode tertentu.

“Masyarakat juga harus hati-hati dengan program investasi yang berkedok trading forex, namun sebenarnya hasil keuntungan tersebut hanyalah hasil manipulasi harga yang ada di dalam platform trading, seakan-akan melakukan trading. Padahal, ini adalah modus penipuan “Mirroring” yang hanya orang yang benar-benar mengerti teknik trading forex saja yang bisa mengetahuinya,” terang Syahrir.

Hans, selalu founder SDFx dan penemu metode trading “Revolver 6 Bullets”, mengatakan perusahaan teknologi nasional ini memiliki visi mencerdaskan kehidupan bangsa sejalan dengan cita-cita presiden RI, bapak Jokowi. Saat ini ratusan murid SDFx sudah tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Palembang, dan Pontianak yang akan dibuka kelas batch ke-4 September di hotel Harris Gajahmada . Perlahan tapi pasti, semua murid yang sudah menggunakan teknologi trading dari SDFx telah menikmati keuntungan tanpa perlu ngantor atau merintis usaha dari nol lagi.

Tahun depan kami akan ekspansi ke Aussie dan Amerika, karena teknologi trading kami sudah dianalisa dan diakui oleh komunitas forex disana”, ujar Hans.

Riyadi Gouw, murid dan BusDev SDFx, mengatakan sangat bersyukur dan beruntung bisa mengenal dan bergabung di SDFx belajar banyak seluk-beluk instrumen forex yang tidak bisa didapatkan di luaran sana. “Sebagai user teknologi trading Revolver 6 Bullets ini, Saya merasakan sendiri bagaimana teknologi ini mampu menghasilkan profit di tengah gejolak market yang luar biasa di bulan Juli hingga bulan Agustus 2019. Sedangkan, di Pontianak banyak sekali pengguna “robot trading” dari perusahaan lain yang mengalami kerugian besar”, ujarnya.

Teknologi trading SDFx juga sangat transparan, ada di tangan kita, diberikan langsung oleh SDFx lalu kita dibimbing untuk men-setting mode “money management” sesuai dengan preferensi risiko para murid sehingga sangat aman digunakan.

Teknologi SDFx ini telah back-test hingga 5 tahun, dengan hasil kurang lebih 120-180% per bulan dan sudah terkonfirmasi di bulan agustus ini, sebesar 12.8% alias 20x bunga deposito. Dengan kehadiran SDFx, kami ingin menyelamatkan sebanyak mungkin masyarakat dan keluarga dari penipuan investasi forex yang terus bermunculan. Stop korban-korban investasi bodong di Kalimantan Barat!

Frans Hengsun, murid dan BusDev SDFx Pontianak, menyatakan, semaraknya penawaran investasi forex yang menjanjikan keuntungan 10%-30% per bulan membuat para masyarakat harus lebih waspada karena banyak yang menawarkan profit tetapi tidak terbuka tentang bagaimana cara mendapatkan keuntungan tersebut (ponzi scam). “Dengan adanya program Basic Technology Trading Class dari SDFx, kami ingin membantu sebanyak-banyaknya masyarakat awam untuk belajar tentang forex. Jenjang karir dan langkah-langkah menjadi seorang Techpreneur juga diajarkan disini. Potensi keuntungan yang didapatkan di industri ini sekitar 5%-19% per bulan sangat bisa dicapai dengan teknologi dari SDFx”, ujar Frans.

Daftar belajar hubungi: Riyadi Gouw 0899 997 0808, atau Frans Hengsun 0812 562 5118

Read Previous

Ajak Masyarakat Sadar Bahaya Plastik

Read Next

Sumber Air Baku PDAM Kering

Tinggalkan Balasan

Most Popular