Strap Mask Unik di Masa Pandemi

Mutia Andari, Yas Mahanani dan Jane Larasati // Owner Bening Projects

Masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir mengharuskan orang mengenakan masker saat keluar rumah. Kini, banyak inovasi masker yang membuat pemakainya terlihat modis. Begitu pula strap mask, menjadi tren di berbagai kalangan.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Strap mask adalah rantai (tali) khusus untuk masker dengan berbagai model dan warna. Barang tersebut begitu diminati di masa pandemi ini. Ide-ide kreatif pun muncul untuk membuat strap mask yang unik dan menarik.

Bening projects (@beningprojects.co) menjadi salah satu pengrajin strap mask di Pontianak. Diinisiasi oleh tiga dara, yakni Mutia Andari, Yas Mahanani dan Jane Larasati. Salah satu owner, Mutia Andari mengatakan tanpa disadari sering kali orang merasa bingung meletakkan masker saat berada di tempat umum. Tak jarang akhirnya menyimpannya di sembarang tempat.

“Dengan menggunakan strap mask ketika hendak makan atau minum, kita tak perlu pusing lagi untuk meletakkan masker. Di sisi lain, strap mask membuat outfit tetap stylish di masa pandemi,” ujar Mutia.

Bening Project lebih menonjolkan warna dan motif pads strap mask-nya. Mulai dari warna pastel, warna terang, warna clear kristal, beads berbahan doff hingga beads berbagai bentuk seperti bunga, abstrak, pita dan lainnya. Biasanya untuk strap motif estetiknya lebih pada kombinasi antara beads warna pastel atau nude dengan beads besar. Misalnya, beads bunga atau beads motif abstrak.

Meski dikenal dengan warna dan motif, bening projects juga membuat strap mask polos yang dapat digunakan oleh semua gender dan usia. Mutia mengungkapkan tak ada teknik khusus untuk membuat sebuah strap mask. Apalagi strap mask jenis polos.

Hanya saja, Mutia dan kedua temannya sempat merasa kesulitan saat membuat beadst motif bunga daisy. Motif daisy bening projects ini istimewa karena dibuat oleh ketiganya secara handmade. Proses pembuatanya cukup rumit dan memakan waktu lebih lama. Jika ada beads yang terlewatkan, maka pengerjaannya harus diulang kembali.

“Tujuannya agar produk tetap maksimal. Untuk itu harus tetap fokus dan teliti,” cerits Mutia.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah cara menyimpul bagian ujung strap. Mutia mengaku proses ini harus dilakukan dengan baik dan benar agar strap mask tak mudah putus.

“Material yang digunakan harus yang bagus seperti tidak ada cacat, karat, dan ketahanan dari strap itu sendiri,” kata Mutia.

Mutia berharap kedepannya bening project semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas agar semakin disukai. Dan, selalu bisa mengikuti tren supaya tetap mengeluarkan karya lainnya. **

Yuk, Buat Strap Mask Sendiri

Owner Bening Projects, Yas Mahanani mengatakan tak sulit untuk membuat strap mask. Bahan dan peralatannya pun mudah ditemukan. Yuk, coba kreasi strap mask di rumah.

Alat dan Bahan

*Benang Nilon

*Manik

*Pengait

*Gunting

*Tang

Tahapan

Pengukuran benang

Langkah pertama yang dilakukan adalah pengukuran benang. Sesuaikan dengan ukuran panjang strap mask yang akan dibuat.

Penyimpulan benang di pengatup awal

Langkah kedua adalah menyimpulkan salah satu bagian ujung benang dan beri pengatup.

 

Memasukan manik-manik

Langkah ketiga mulai memasukkan manik-manik yang diinginkan ke dalam benang.

 

Penyimpulan benang di pengatup akhir

Langkah keempat setelah benang telah terisi manik-manik, simpul bagian sisi ujung benang dan beri pengatup.

 

Pemasangan ring besi dan pengait

Langkah kelima, dilakukan pemasangan ring besi dan pengait. Strap mask siap digunakan.

 

Packing

Terakhir, strap mask di packing dan siap diberikan pada konsumen.(ghe)

error: Content is protected !!