Strategi  Membebaskan Pikiran Bagi Penulis Pemula

Yakobus, S. Pd.., M.M

Oleh: YAKOBUS,S.Pd, M.M.

PENULIS pemula kadang kurang percaya diri akan karya tulis yang dibuatnya. Seorang penulis sebaiknya mampu membebaskan pikiran dan ide-ide yang buatnya agar terkesan alami dan jangan sampai terkesan dipaksakan, apalagi merasa tulisannya akan menjadi tertawaan bagi pembaca.

Setiap penulis tentunya mempunyai cara penulisan yang berbeda, termasuk bagaimana penulis meletakkan konflik dalam tulisanya. Secara umum terdapat 3 tempat seorang penulis dapat meletakkan konfliknya: 1.  Meletakkan konflik di awal cerita. b. Menempatkan di tengah cerita atau di belakang. c. Menempatkan di tempat-tempat tertentu, namun penempatan suatu konflik dalam sebuah tulisan biasanya  tidak menjadi acuan utama dalam sebuah tulisan, sejauh penulis dapat membuat dan menempatkan konflik secara menarik.

Hal yang harus diingat oleh penulis pemula adalah mendesain alur isi cerita hambatan penulisan konflik tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi untuk penulis pemula, karena Penulis pemula cenderung memikirkan logika yang tidak lepas dalam membuat alur cerita/artikel ilmiah.

Untuk menjadi penulis pemula yang pertama adalah tentukan apa yang ingin kamu tulis. apakah berbentuk puisi, cerpen, novel, artikel atau tulisan bebas yang kreatif. Apakah tulisan itu bersifat fiksi atau kisah nyata, komedi, sedih atau romantis. Bersifat misteri atau rohani? Sebagai penulis siapa yang tidak ingin naskahnya diterbitkan ? Sepertinya itu menjadi salah satu mimpi yang dimiliki semua penulis. Namun jika naskah Anda bisa diterima oleh penerbit, pasti hal tersebut membahagiakan bagi penulis pemula.

Namun perjalanan buku diterbitkan bukan perkara mudah . Pada kenyataannya, tidak semua penerbit berani menerbitkan karya seorang penulis pemula. Apalagi penulis tersebut belum memiliki ‘nama’ atau teruji kualitas tulisannya. Namun jangan menyerah, penulis pemula tidak perlu berkecil hati, meski nanti mengalami sebuah penolakan dari penerbit, hal tersebut bukan menjadi akhir dari semuanya. Kita harus tetap semangat kembali dan berusaha  memperbaiki tulisan supaya penerbit mau menerima kembali.

Beberapa strategi yang perlu diperhatikan oleh penulis pemula sebelum memulai menulis untuk media sosial antara lain : 1. Tentukan Tema. 2. Buat Kerangka Tulisan. 3. Kumpulkan Referensi Sebanyak Mungkin. 4. Waktunya Menulis. 5. Kerapian naskah. 6. Siinopsis yang menarik. 7. mencari penerbit yang sesuai.

Seorang  pesilat yang memenangkan pertandingan adalah pesilat  yang terus berlatih setiap hari. Sama seperti kita naik sepeda, kita akan segera terampil jika terus berlatih. Begitu juga dengan menulis, semakin sering kita menulis akan makin lancar kita menuangkan ide ke dalam kertas. Kumpulkan  referensi sebanyak mungkin, dan kita selalu baca, baca dan baca.

Seorang penulis seharusnya  juga seorang pembaca yang baik. Intinya jangan mudah menyerah, jika karyamu ternyata belum berhasil dimuat. Coba tulis kembali dan kirim lagi. Belum dimuat bukan berarti tulisanmu tidak baik. Siapa tahu hanya belum sesuai saja dengan media tersebut.

Penulis pemula harus banyak membaca, mencari informasi dan memperluas wawasan dalam berbagai bidang dan sudut pandang yang menempatkan dirinya dalam sebuah cerita. Sudut pandang atau point of view adalah sebuah teknik bercerita yang akan membuat ‘rasa’ yang berbeda pada alur dan cara penyampaian cerita. dengan sudut pandang, penulis seolah-olah dapat menjadi pelaku utama atau menjadi orang lain dalam cerita dari sebuah tulisan tersebut.

Penulis, Kepala SMAN 1 Menjalin, Kabupaten Landak

error: Content is protected !!