Suara Milenial, Sarkas Tapi Kocak

zetizen

Aksi budak Pontianak saat unjuk rasa di gedung DPRD pada Rabu (25/9). Ngopi lok wak.

DI tengah maraknya unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia beberapa hari ini, ada yang menarik. Tampak beberapa demonstran yang didominasi mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan cara yang kekinian. Nggak hanya tuntutan serius kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ataupun Presiden, banyak juga yang membawa pamflet dan spanduk yang bertuliskan kata-kata kocak. Ternyata nggak hanya teknologi aja, demonstrasi juga mengikuti perkembangan zaman, loh.

Jika dulu, aspirasi disampaikan dengan spanduk tuntutan yang serius dan bernada keras. Namun kini sebagian dari demonstran menggunakan cara yang unik.Tulisan-tulisan yang mereka sampaikan disesuaikan dengan permasalahan kaum milenial saat ini namun tetap mengena apa yang mereka tuntut. Dengan membawa berbagai atribut aksi. Mulai dari ikat kepala, spanduk hingga pamflet berisi aspirasi, mereka meyuarakan suara hati dengan gaya khas milenial.

Foto-foto aksi mereka pun terekam dan berseliweran di media sosial, bahkan sampai masuk ke thread Twitter dan jadi trending topic. Akun Twitter @thedufresne salah satunya, akun ini menampilkan berbagai foto aksi demostrasi #GejayanMemanggil dan beberapa kota lain. Mulai dari yang receh sampai yang baper.

Di salah satu gambar terlihat seorang mahasiswa beralmamater merah memegangi kertas yang berisi aspirasinya yang cukup menggelitik, “Cukup cintaku yang kandas, KPK jangan!” Di gambar lain tampak pula tulisan yang ketika membacanya nggak sah tanpa bernyanyi. Ya, lirik lagu mereka tulis, namun mengena, seperti, “Sungguh ku merasa resah” dan yang paling viral dan jadi tagar favorit adalah #EntahApaYangMerasukimuDPR.

Walaupun terkesan kocak dan santai, tapi tulisan-tulisan ala milenial di spanduk tersebut jangan diremehkan, mereka menunjukkan spontanitas mahasiswa dalam menyuarakan hati, dengan cara sederhana dan mudah dimengerti ala milenial. Cara tersebut mungkin efektif bagi mahasiswa untuk menjelaskan apa yang mereka inginkan. Di balik tulisan yang kocak tersebut ada beberapa yang tersimpan makna sarkas atau sindiran. **

 

Read Previous

Badai Cedera yang Menguntungkan

Read Next

Aroma Khas Herbs & Parsley Kering

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *