Suasana Haru Warnai Sidang Korupsi Bengkayang

Salah satu terdakwa berpelukan dengan sanak keluarga yang menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor Pontianak, Senin (25/11) pagi. foto Arief Nugroho

Pertanyakan Usulan Dana Tambahan di Disdik dan Dinas PUPR

PONTIANAK- Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pontianak kembali menyidangkan empat orang terdakwa, Yosep alias Ateng, Rodi, Bun Si Fat, dan Pandus, kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Bengkayang Suryadman Gidot.

Dalam sidang lanjutan ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan empat orang saksi, diantaranya Sekda Kabupaten Bengkayang Obaja, Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bengkayang Marsindi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Agustinus Yan dan Martinus Suwandi, selaku pihak yang menyerahkan dana ke salah satu terdakwa.

“Hari ini ada empat saksi yang kami hadirkan. Mereka adalahSekda Kabupaten Bengkayang Obaja, Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bengkayang Marsindi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Agustinus Yan dan Martinus Suwandi, selaku pihak yang menyerahkan dana ke salah satu terdakwa ,” Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi, Feby D.

Dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum membombardir sejumlah pertanyaan dari masing-masing saksi, terkait dengan hasil rapat yang digelar di ruang Sekda Kabupaten Bengkayang pada bulan Agustus 2019.

Dimana dalam rapat tersebut membahas soal anggaran, termasuk anggaran penunjukan langsung tambahan APBD-Perubahan 2019 kepada Dinas PUPR sebesar Rp7,5 miliar dan Dinas Pendidikan sebesar Rp6 miliar.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan tujuh orang tersangka dalam perkara suap yang menyeret Bupati Bengkayang Suryadman Gidot dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pontianak beberapa waktu lalu.

Mereka adalah Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang Aleksius.

Sedangkan sebagai pemberi suap, yaitu unsur swasta masing-masing Rodi, Yosef, Bun Si Fat, Nelly Margaretha, dan Pandus.

Dalam kegiatan tangkap tangan kasus tersebut, KPK turut mengamankan barang bukti berupa handphone, buku tabungan, dan uang sebesar Rp336 juta dalam bentuk pecahan 100 ribu rupiah. (arf)

loading...