Sudah Enam Bulan, Polisi Tak Kunjung Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Tangkapan Miras

Foto Ilustrasi Penangkapan Miras

PONTIANAK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak telah menyatakan berkas perkara minuman keras dengan tersangka Rubin Indra, yang ditahap satukan penyidik Polresta Pontianak telah dinyatakan lengkap.

Berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap oleh kejaksaan sejak Desember 2019 lalu. Namun hingga saat ini, pihak kepolisian belum melimpahkan barang bukti dan tersangka.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pontianak, I Made Agus, mengatakan, pada 1 November 2019 pihaknya menerima surat dari penyidik terhadap perkara tersebut. Setelah menerima surat tersebut 12 November, pihaknya mengeluarkan surat penunjukan jaksa untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan penyidikan.

Agus menjelaskan, setelah surat perintah dimulainya penidikan dikeluarkan, berkas tahap satu disampaikan penyidik polisi ke kejaksaan. Berkas tersebut kemudian dilakukan penelitian secara formil dan materil apakah pasal yang disangkakan sesuai. Dari penelitian itu berkas dinyatakan lengkap.

“Setelah dileliti berkas dinyatakan lengkap. Ketika dinyatakan lengkap itu artinya kami harus menerbitkan surat P21. Surat itu dikirimkan ke penyidik 26 Desember,” kata Agus, ditemui di ruang kerjanya di kantor Kejari Pontianak, pada Rabu (5/8).

Setelah dinyatakan lengkap, lanjut Agus, dalam prosedurnya seharusnya penyidik melakukan tahap dua, yakni melimpahkan barang bukti dan tersangka. Tetapi sampai kewajiban itu belum dilakukan. Sehingga pertengahan Februari diterbitkanlah surat P21A.

“P21A itu adalah surat ini untuk menanyakan kembali dan meminta penyidik untuk segera melimpahkan barang bukti dan tersangka,” ucapnya.

Agus menerangkan, mungkin saja barang bukti dan tersangka itu belum dilimpahkan, karena saat itu sedang terjadi wabah Covid-19. Tetapi dari sudut pandang aturan, maka sebenarnya jika barang bukti dan tersangka tidak kunjung dilimpahkan, maka SPDP dan berkas perkarannya dapat dikembalikan.

Agus menjelaskan, pengembalian berkas perkara dan SPDP itu dapat dilakukan, agar perkara tidak menjadi tunggakan. Tetapi ketika barang bukti dan tersangka sudah siap dilimpahkan, maka tahap dua dapat dilakukan.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin mengatakan, belum melihat surat dari kejaksaan. Kalaupun memang sudah ada surat P21A tersebut, pasti akan dilakukan pengecekan untuk melihat apa kendalanya.

Komarudin memastikan, semua proses hukum apalagi perkara yang telah dinyatakan lengkap oleh jaksa pasti akan segera ditindaklanjuti. Menurut dia, tidak boleh ada perkara yang menggantung.

“Parkara ini bearti tinggal tahap dua. Apa kendalanya saya akan periksa dan dalami. Kalau memang tidak ada kendala, harusnya barang bukti dan tersangka harus dilimpahkan,’ tegasnya.

Komarudin memastikan, akan membuat jelas perkara tersebut. Namun terlebih dahulu ia lakukan pengecekan penanganan perkarannya di tingkat penyidik.

Untuk diketahui perkara minuman keras tersebut ditangani Polresta Pontianak, pada Oktober 2019. Saat itu Satreskrim Polresta Pontianak berhasil mengungkap penyelundupan ribuan botol minuman keras asal Malaysia yang diangkut dengan truk.

Ribuan botol minuman keras itu rencananya akan dikirim ke Semarang, melalui pelabuhan Dwikora Pontianak. Namun ketika dalam perjalanan tepatnya di Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya polisi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan itu.

Dari pengungkapan penyelundupan minuman keras itu, polisi kemudian menetapkan seorang warga Surabaya bernama Rubin Indra sebagai tersangka. Tersangka diduga berperan sebagai distributor atau pengirim barang. Polisi menjerat tersangka dengan pasal 106 Undang undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, pasal 142 juncto pasal 91 Undang Undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dan pasal 62 Undang undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. (adg)

loading...