Suka Cita Menyambut Tamu Mulia

Muhammad Nashir Syam

Oleh : Muhammad Nashir Syam *)

Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika ada tamu masuk ke dalam rumah seorang mukmin, maka akan masuk bersama tamu itu seribu berkah dan seribu rahmat. Allah akan menulis untuk pemilik rumah itu pada setiap kali suap makanan yang dimakan tamu seperti pahala haji dan umrah”

“Apabila seorang tamu memasuki (rumah) suatu kaum, ia masuk dengan membawa rizkinya sendiri.Apabila ia keluar, maka ia keluar dengan membawa ampunan bagi mereka” (HR. Ad-Dailamy melalui Anas r.a).

Dari Imam Ibnul Jauzi al-Hambali dari Ibnu Abbas r.a bahwa Nabi SAW bersabda, “Satu dirham yang dibelanjakan seorang laki-laki untuk tamunya itu lebih utama dibanding seribu dinar yang diinfakkan di jalan Allah dan barangsiapa memuliakan tamu karena Allah, maka Allah akan memuliakan dia pada hari kiamat dengan seribu kemuliaan, Allah membebaskan dia dari neraka dan memasukkannnya ke surga” (Bustaanul Waa’idzin wa Riyadhus Saami’in I/49).

Dalam Kitab Hadits Arba’in An-Nawawiyah, hadits ke-15 disebutkan :“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adakah tamu yang lebih mulia dan agung daripada Ramadhan? Diibaratkan “seorang tamu” Ramadhan sudah sampai di beranda rumah, atau bahkan sudah ada di ruang tamu rumah kita. Kitapun tentu menyambutnya dengan segala sukacita, dada nan lapang, hati yang bersih dan tangan terbuka lebar untuk menyambut sang tamu itu. Mengapa ?karena Ramadhan telah dipersiapkan dan disediakan oleh Allah untuk segenap umat Nabi Muhammad SAW.  Beliaubersabda : “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku sedang Ramadhan adalah bulan umatku…

Kemudian Syakih Utsman Al-Khaubawi dalam Kitab Durratun Nashihin menuliskan bahwa, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila permulaan malam Ramadhan tiba, maka Allah berfirman : Barangsiapa cinta kepadaku, maka Akupun cinta kepadanya, barangsiapa mencari Aku, maka Akupun mencarinya. Barangsiapa minta ampunanKu, maka Akupun mengampuninya, sebab demikian mulianya bulan Ramadhan…”Kalimat itu tentu tidak kita pahami secara verbal, karena sejatinya menunjukkan betapa Allah SWT mengistimewakan Ramadhan sedemikian rupa.

Bahkan diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a : “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, kalau sekiranya umatku mengetahui apa-apa kebaikan di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar sepanjang tahun semuanya bulan Ramadhan. Karena semua kebaikan terkumpul di bulan Ramadhan, ketaatan bisa diterima, semua doa dikabulkan, semua dosa diampuni dan surga rindu kepada mereka” Demikian seperti yang dinukil dalam Kitab Zubdatul Wa’idhin.

Jadi, dari beberapa hadits di atas adalah sebuah keniscayaanbagi kita untuk dengan penuh suka cita menyambut kedatangan bulan mulia ini, bulan yang penuh dengan keberkahan, berlimpah karunia, hikmah dan kebaikan. Oleh karena itu pula, seyogyanya dari semenjak tiba bulan Rajab kita sudah berharap agar dipertemukan sampai di bulan Ramadhan, dengan doa yang pasti sudah familiar di telinga kita “ Allahumma bariklana fi rajaba wa sya’bana, waballighna ramadhana” (Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami kenikmatan di bulan Ramadhan).

Momentum Ramadhan, adalah momentum kita berintrospeksi bahwa kita ini makhluk yang lemah, justru dengan keagungan Ramadhan kita gantungkan beribu harapan dan doaagar berbagai macam bala’ dan bencana yang tengah melanda negeri tercinta secepatnya diangkat oleh Allah SWT. Termasuk pandemic Corona yang belum juga mereda semoga tidak mengurangi kesyahduan Ramadhan , sang tamu mulia.

Puasa ditunaikan, shalat malam ditegakkan, kalam ilahi dikumandangkan, i’tikaf di sepuluh malam terakhir ramadhan, ifthar bersama, takbir keliling di sepanjang jalanan kota dan bahkan sampai ke sudut-sudut pelosok kampung, berbagi sahur, santunan kepada kaum dhu’afa, menjalin silaturrahim lebih dieratkan seraya dengan hati yang bersih, dada nan lapang kita sambut dan isi Ramadhan dengan berbagai aktivitas yang membangkitkan iman. (*)

Penulis adalah Wakil Sekretaris Tanfidziah PCNU Ketapang.

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!