Sulap Bendungan Menjadi Destinasi Wisata

genbi
WISATA: Proses pengerjaan Danau Wisata Senyabang oleh komunitas GenBI Kalbar. Istimewa

PONTIANAK – Bendungan milik masyarakat desa bisa disulap menjadi tempat wisata menarik. Hal ini yang diupayakan oleh Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kalimantan Barat menggelar aksi Bersih Indonesia di Dusun Paber, Desa Senyabang, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau. GenBI adalah komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia. Mereka berasal dari Universitas Tanjungpura dan IAIN Pontianak.

Selama tiga hari penuh, 27-30 September, sebanyak 90 anggota GenBI gotong royong bersama masyarakat setempat merevitalisasi bendungan seluas tiga hektare tersebut.Mereka merenovasi gazebo dan jembatan di sana. Seluruh sisi bendungan yang ditumbuhi ganggang, lumut, dan rumput dibersihkan. Tidak hanya itu, GenBI juga mencat seluruh gazebo, barau dan jembatan. Temanya warna-warni. Adapula dua plang branding bertuliskan “Senyabang Lake” di tepi danau dan tengah danau. GenBI juga membawa berbagai bunga-bunga serta tanaman hias untuk mempercantik bendungan tersebut.

Tokoh setempat, Alfonsius Achiang menceritakan, bendungan ini sebenarnya adalah telaga alam kecil yang diperluas oleh warga sekitar pada tahun 1979. Anak Sungai Senyabang mengalir ke sini. Pada tahun 1983 TNI melalui program ABRI Masuk Desa bersama warga kembali memperbesar bendungan ini, hingga seluas sekarang. Warga menyebutnya Danau Senyabang.

Berbagai ikan lokal seperti gabus, toman, sepat, betok dan lainnya hidup di sini. Warga dan orang luar dilarang memancing atau menangkap ikan di sini. Mereka yang ketahuan melanggar dihukum adat. Sehingga ikan-ikan tersebut selalu tersedia.

Setiap dua tahun sekali bendungan dikeringkan. Lalu digelar festival menangkap ikan. Ratusan warga dari anak-anak hingga dewasa turun untuk menangkap ikan dengan tangguk. Festival terakhir baru saja digelar bulan Agustus tahun ini. Satu ekor ikan toman yang ditangkap beratnya bisa mencapai 8 Kg.

Pada tahun 2007, Pemerintah Kabupaten Sanggau memberikan bantuan dua gazebo dan jembatan. Adapula hibah keramba beserta bibit ikan di sini. Namun keramba tersebut tidak lama dikelola oleh warga. Selain persoalan manajerial, masyarakat lebih senang menangkap ikan secara massal. “Lebih meriah dan terasa kebersamaan. Kami juga memilih hari libur anak sekolah untuk menentukan hari pengeringan danau, sehingga semua warga bisa turun menangkap ikan,” jelas Alfonsius.

Djoko Juniwarto manajer BI Kalbar sekaligus pembina GenBI Kalbar mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan memberikan bantuan bibit ikan kepada kelompok tani setempat. Harapannya, festival menangkap ikan ini tidak lagi diadakan dua tahun sekali. Melainkan setiap tahun. Selain itu, festival ini juga naik kelas dari acara lokal masyarakat menjadi terbuka untuk umum. Sehingga mendapat publikasi luas dan menjadi atraksi wisata yang mengundang orang ramai untuk datang.

“Semoga tempat ini menjadi destinasi wisata baru yang ramai dikunjungi orang. Apabila dikelola dengan baik, maka akan memunculkan alternatif pendapatan baru bagi warga di sini. Karena akan menghidupkan sektor lainnya seperti ritel, kuliner dan lainnya,” ungkap dia.

Lokasi Danau Senyabang sendiri sangat strategis. Letaknya persis di tepi jalan nasional Tayan-Sosok. Salah satu jalur lintas kabupaten teramai di Kalbar. Jalur yang juga menghubungkan Pontianak dengan Kuching (Malaysia).

Ketua panitia Muhamad Amin menyebut, kegiatan ini merupakan bentuk sumbangsih pihaknya dalam aksi bersih lingkungan. “Ini adalah kegiatan rutin yang kami lakukan. Sebelumnya kami juga sudah melakukan reboisasi di lahan marjinal bekas tambang emas di Mandor, Kabupaten Landak. Sebagai penerima beasiswa BI, kami memang wajib turut berperan serta dalam aksi-aksi sosial,” tukasnya.

Camat Balai Dovianus mengapresiasi bakti sosial Genbi tersebut. Menurutnya, bendungan ini selama ini belum produktif. Hasil yang didapatkan warga hanya berupa ikan yang diambil saban dua tahun. “Saya berharap program ini bisa dilanjutkan oleh warga. Bisa lewat BUMDes atau kelompok. Ekonomi Senyabang bisa hidup kalau orang ramai datang. Ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas dia. (ars)

loading...