Suprapto Akan Tempuh Jalur Pidana dan Perdata

Suprapto telah menunjuk kuasa hukumnya Akbar Firmansyah, S.H M.H dan Deni Kristatnto, S.H, Suprapto untuk mendampinginya terkait upaya hukum terhadap perkara dugaan malapraktik yang dialami istrinya Emy (almarhumah) di Rumah Sakit Umum Harapan Bersama (RSUHB).

Dugaan Kasus Malapratik

SINGKAWANG—Kasus dugaan malapraktik yang dilakukan oknum dokter Rumah Sakit Umum Harapan Bersama (RSUHB) masih bergulir. Kini, Suprapto suami Emy (almarhumah) telah mengadukan kejadian yang dialaminya ke Polres Singkawang.

Suprapto telah menunjuk kuasa hukumnya Akbar Firmansyah, S.H M.H dan Deni Kristatnto, S.H, Suprapto untuk mendampinginya terkait upaya hukum terhadap dugaan malapraktik yang dialami istrinya Emy (almarhumah) di Rumah Sakit Umum Harapan Bersama (RSUHB).

“Saudara Suprapto sudah menunjuk kami sebagaimana kuasa hukum tertanggal 12 September 2020. Selaku kuasa hukum kami diminta klien kami untuk mengawal apa yang telah diadukan yang bersangkutan ke Polres Singkawang, ” ungkap Akbar Firmansyah, S.H M.H didampingi Deni Kristatnto, S.H, Selasa (15/9).

Akbar Firmansyah menegaskan kembali kaliennya memberikan kuasa kepada pihaknya untuk menangani perkara yang diduga terjadi tindak pidana salah melakukan tindakan medis oleh oknum dokter di Rumah Sakit Harapan Bersama atas nama dr. Veridiana, Sp.OG terhadap istri pemberi kuasa yang bernama Emy (Almahrumah ) dan berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sp Lidik / 221.a/VIII/RES.5/2020/Reskrim, tanggal 26 Agustus 2020.

Untuk saat ini, kata Akbar, pihaknya telah memintai keterangan kepada pihak kepolisian atas perkembangan pengaduan kiliennya.  “Kami sudah mendapat informasi dari Polres Singkawang bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan. Polres Singkawang akan mengundang pihak terkait untuk dimintai klarifikasi terhadap para orang dokter di RSUHB, selanjutnya kami juga mendapatkan informasi dari pihak Polres juga akan memanggil dari pihak Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana atas perkara yang diadukan kliennya ke Polres Singkawang untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Selain itu,  Akbar menyampaikan bahwa kliennya tidak bisa hadir dalam jumpa media dikarenakan kondisi kesehaannya yang kurang baik. “Beliau lagi sakit sehingga tidak bisa hadir dalam jumpa pers, ” ungkapnya. 

Sementara itu, Deni Kristatnto mengatakan pasca pengaduan kliennya, pihaknya selaku kuasa hukum selain akan mengawal proses upaya hukum secara pidana ini, pihaknya juga melakukan persiapan upaya hukum perdata kepada RSUHB. “Selain upaya hukum pidana kita akan juga mengajukan gugatan perdata kepada RSUHB. Upaya upaya ini kami lakukan dan dengan harapan klie kami agar mendapatkan keadilan dan tegaknya keadilan itu sendiri,” ungkapnya. (har)

loading...