Sy Mahmud Ajak Warga Ikut Vaksinasi

DIVAKSIN: Gubernur Kalbar Sutarmidji bersenda gurau dengan Atlet Balap Kalbar Syarif Mahmud saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal untuk insan otomotif yang diinisiasi oleh Syarif Mahmud, Selasa (22/6). Vaksinasi massal ini diikuti mulai dari para pembalap, karyawan dealer motor, hingga warga sekitar kantor Syarif Mahmud. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

 PONTIANAK – Program Serbuan Vaksinasi di Kota Pontianak terus digalakkan. Kali ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga atlet dan penggiat otomotif.  Vaksinasi ini dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya di Café Riders, di Jalan Veteran Pontianak, Selasa (22/6).

Dengan menggunakan pakaian khusus balap (wearpack), pembalap senior Syarif Mahmud mendapat suntikan pertama dalam pelaksanaan vaksinasi di Café Riders tersebut.

Dalam kesempatan ini, pria yang bergelar Pangeran Srinegara Kesultanan Pontianak itu mengimbau seluruh masyarakat Kota Pontianak dan Kalbar untuk tidak takut divaksin.

Ia mengatakan, saat ini situasi Indonesia sudah darurat Covid-19. Hal ini ditandai dengan terus bertambahnya jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid- 19.

“Oleh sebab itu, saya mengajak masyarakat untuk menjalani vaksin Covid-19 agar bersama-sama mencegah penyebaran Covid 19 melalui tubuh pribadi,” katanya usai menerima vaksin dari petugas medis, kemarin,

Menurut Mahmud, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan vaksin, Vaksin yang ada sudah melalui berbagai pengujian dan yang pasti aman bagi masyarakat.

“Kita masing-masing harus bergerak, sadar. Kita jangan dengar sana sini yang tidak jelas, kita harus berbuat, bagi yang muda-muda mari tunjukkan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan vaksinasi kali ini, ia mengajak 60 pembalap yang ada di Kota Pontianak dan Kalbar, 40 keluarga kesultanan, pecinta otomotif, serta karyawan dealer dan masyarakat umum di sekitarnya.

“Saya minta jatah 200 (orang). Total ada 200 lebih (yang datang). Pembalap semua datang, tapi secara bergantian. Dengan ini, saya harap masyarakat sadar dengan pentingnya kesehatan,” ungkapnya.

Mahmud mengatakan, ia memiliki cita-cita untuk menggelar event balap di Kota Pontianak, tanpa menggunakan masker. Maka dari itu, ia turut mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan vaksinasi massal.

“Saya punya cita-cita, saya mau bikin event balapan di Pontianak, tanpa masker. Tapi dengan syarat, masyarakat mau divaksin, terus juga diswab PCR. Kita perlihatkan, orang kalau kita sehat, anak dan cucu kita sehat, kenapa kita takut divaksin,” jelasnya kepada awak media.

Vaksinasi massal yang digelar tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah provinsi, TNI, dan Polri. Panglima Kodam XII Tanjung Pura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, mengungkapkan vaksinasi massal ini menyasar kepada semua komponan masyarakat di Kalbar.

 

“Untuk vaksinasi di Kalbar, kita menyasar semua komponen mulai dari golongan muda, lalu lansia. Hari ini kebetulan (sasaran) kita ada keluarga kesultanan, ada Pangeran Sri Negara, Pak Syarif Mahmud. Ini salah satu juga contoh bahwa mereka peduli akan pentingnya vaksinasi, apa lagi pandemi Covid-19 saat ini,” kata Nur Rahmad.

Program ini merupakan salah satu strategi untuk melindungi masyarakat dari virus corona, atau menekan angka konfirmasi di wilayah Kalbar. “Kami mendapatkan dukungan hampir 50 ribu orang, jadi jangan khawatir. Ada di tempat-tempat seperti mal, stadion, dan ini dilakukan serentak di Kalbar. Harapannya target sesuai dengan yang direncanakan,” terangnya.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, yang meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi tersebut mengatakan, dengan dilakukan program vaksinasi massal ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran virus corona di wilayah Kalbar.

“Salah satu syarat agar terbebas dari pandemi adalah vaksinasi, maka kita harus menyukseskan program vaksinasi massal ini. Kegiatan ini digelar di seluruh Kabupaten/Kota di Kalbar,” kata Midji.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengungkapkan akan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada karyawan warung kopi dan pengunjung warkop. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kasus corona di Kalbar.  Menurutnya, warkop dinilai menjadi potensi penyebaran virus corona.

“Warkop karyawannya (divaksin) jadi target kita,” katanya.  “Kalau (ada pengunjung) yang duduk di sana, vaksin saja di sana. Kalau yang duduk di sana divaksin, tetap pakai masker nggak apa-apa. Karena (penyebaran virus) di warkop ini banyak. Petugas Satpol PP saja ada delapan orang yang positif, karena mereka melakukan razia. Namun CT-nya tinggi, dan viral loadnya sedikit,” sambungnya.

Sutarmidji menegaskan, Satgas Covid-19 saat ini masih mempercepat cakupan vaksinasi kepada masyarakat di Kalbar, untuk menekan angka virus corona, dengan menggelar vaksinasi massal di beberapa sentra kegiatan masyarakat.

Ia mengungkapkan, selain tenaga kesehatan, serta lansia, beberapa pelaku pariwisata seperti karyawan hotel, juga sudah dilakukan vaksinasi. Vaksinasi massal kali ini digelar dengan berkolaborasi bersama TNI, dan Polri.

Perkembangan proses vaksinasi massal di Kota Pontianak sendiri, menurutnya cukup baik. Ia berharap dengan adanya program ini dapat mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Sambas, Melawi, hampir semua kabupaten/kota vaksinasi massal. Perkembangannya bagus kalau di kota (pontianak) ini. Hari ini beberapa karyawan hotel, saya suruh vaksin di situ, Saya telepon langsung, suruh mereka siapkan karyawannya. Mereka suka, seperti karyawan supermarket Mitra Anda, Ahmad Yani Megamall, karyawannya saya suruh vaksin semua,” pungkasnya. (arf)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!