Syekh Ali Jaber Wafat, Pembawa Kesejukkan yang Gemar Gubal Gaharu Kalbar

PONTIANAK – Wafatnya dai kondang Syekh Ali Jaber meninggalkan kesedihan bagi muslim Indonesia, terlebih orang-orang yang mengenalnya.

Ketua Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat, Prof Dr Thamrin Usman DEA misalnya menyebut, kepergian Ali Jaber membuat Indonesia kehilangan ulama yang luar biasa.

“Kita kehilangan sekali. Beliau tidak hanya berbuat baik dan mengajarkan kebaikan kepada umat Islam saja. Tetapi kepada bangsa Indonesia dan manusia secara umum,” ujar dia, kemarin.

Kenangan tak terlupakan Thamrin adalah ketika dia dan istrinya diundang makan siang di rumah almarhum.

“Kami makan siang di rumahnya di kawasan Rawa Mangun, Jakarta. Menunya saat itu menu Arab. Kami berbincang banyak, dan obrolannya sangat berkesan,” kata dia.

Menurutnya, Syekh Ali Jaber adalah panutan bagi kaum muslim. “Beliau ahli sedekah. Selalu memperhatikan anak-anak kecil, kaum difable, fakir miskin, dan kelompok marginal lainnya,” imbuhnya.

Pengurus Masjid Raya Mujahidin, kata Thamrin, sebenarnya berencana untuk mengundang Ali Jaber memberikan ceramah di masjid terbesar di Kalbar tersebut.

Hanya saja, kata dia, pandemi Covid-19 membuat beberapa agenda harus ditunda. Ditambah lagi ada kabar bahwa Ali Jaber sedang tidak sehat akibat Covid-19. Belakangan ulama kelahiran Madinah tersebut sembuh dan negatif Corona. Namun takdir berkata lain.

Ali Jaber sendiri tidak asing bagi muslim Kalbar. Thamrin menyebut pria yang telah lama menjadi WNI tersebut kerap datang untuk berceramah.

“Pernah hadir memberilan tausiah dalam acara halal bi halal civitas Universitas Tanjungpura saat saya masih rektor di sana. Beberapa kali juga beliau hadir dalam acara tabligh akbar di Masjid Raya Mujahidin. Ceramahnya selalu menarik dan menyejukkan,” ucap dia.

Menurut Thamrin, Ali Jaber adalah penggemar kayu gaharu Kalbar.

“Beliau juga penggemar gubal gaharu. Walaupun harganya lumayan mahal, beliau tetap membeli kayu khas Kalbar ini,” pungkasnya. (ars)

error: Content is protected !!