Tahan Emosi dan Buat Komitmen

ilustrasi

Mendampingi Anak Belajar Daring

Selama masa pandemi Covid-19 kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring di rumah. Pelaksanaannya memerlukan kerjasama dari orangtua.. Lantas, bagaimana pendampingan yang tepat agar belajar via daring dapat berjalan lancar?

Oleh : Siti Sulbiyah

Pandemi covid-19 memaksa aktivitas belajar yang semestinya digelar di sekolah dialihkan ke rumah. Anak-anak sementara waktu tidak dapat bertatap muka secara langsung dengan guru. Proses belajar mengajar pun akhirnya dilakukan secara daring atau online lewat berbagai aplikasi pertemuan di ruang virtual.

Belajar di ruang virtual sudah tentu memiliki kekurangan. Meski guru hadir layaknya mengajar para murid di kelas, tetapi mereka tetap sulit untuk mengawasi anak didiknya di depan layar. Nah, di sinilah peran orangtua diperlukan untuk mengoptimalkan proses belajar secara daring di rumah. Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak belajar supaya anak tetap semangat dan dapat menyerap pelajaran dengan baik.

Yeni Sukarini, S.Psi, Psikolog, menilai belajar mengajar secara daring sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan selama pandemi covid-19. Empat bulan menjalani perubahan pola belajar itu, hendaknya menjadi pelajaran berarti bagi orangtua dalam menemukan formulasi yang tepat untuk mengoptimalkan proses belajar anak di rumah.

“Pada saat awal pandemi adalah masa kita belajar dari transisi belajar di sekolah ke belajar online di rumah. Dari kekurangan itu, kita evaluasi, dan temukan strategi agar proses belajar online bisa berjalan efektif dan maksimal,” tutur psikolog yang juga guru SMP Negeri 13 Pontianak ini.

Memasuki tahun ajaran baru ini, baik sekolah maupun orangtua yang mendampingi anak belajar di rumah, tentu sudah mengetahui hambatan dan kekurangan yang ada. Menurutnya, proses belajar mengajar pun saat ini sudah lebih baik dengan dukungan perangkat dan sarana yang memadai. Begitu pula anak-anak, mereka sudah terbiasa mengikuti kelas belajar online yang digelar oleh sekolah.

Karena itulah, hambatan belajar daring dirasanya tidak begitu besar seperti sebelumnya. Namun, anak perlu mendapatkan pendampingan, terutama untuk jenjang sekolah dasar. Mereka masih memerlukan bimbingan.

“Untuk anak SD, pendampingan secara fisik diperlukan. Untuk anak SMP dan SMA barangkali tidak perlu. Namun, orangtua tetap harus memonitoring mereka,” tutur dia.

Agar berjalan lancar, lanjut Yeni, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orangtua yang mendampingi anaknya ketika belajar online di rumah. Pertama, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak agar anak dapat mematuhi secara disiplin tata tertib selama proses belajar daring dilakukan di rumah. Tata tertib ini hendaknya sudah dikonsultasikan juga dengan pihak guru. Termasuk penyesuaian jadwal belajar mereka.

“Orangtua dan anak bersama-sama bersepakat untuk membuat aktivitas harian selama proses belajar di rumah berlangsung. Sesuaikan kesepakatam tersebut dengan jadwal belajar mereka,” tutur Yeni.

Ketika anak berkomitmen menjalankan kesepakatan tersebut, orang tua juga harus berkomitmen memenuhi permintaan anak yang telah menjadi kesepakatan mereka. Dengan kesepakatan itu, diharapkan anak lebih termotivasi untuk belajar sesuai dengan harapan.

Kedua, komunikasi dengan pihak sekolah. Meski hanya belajar di rumah dan tidak pergi ke sekolah, tetapi orangtua perlu rutin berkomunikasi dengan guru sekolah. Orangtua bisa menanyakan materi apa saja yang perlu dipelajari.

Ketiga, penting bagi orangtua untuk mengelola emosi mereka selama mendampingi anak belajar daring di rumah. Permasalahan yang kerap muncul ketika anak mulai bosan. Mereka akan terlihat uring-uringan mengikuti pelajaran. Kondisi ini yang kadang membuat orangtua emosi menghadapi tingkah laku anak yang menunjukkan keengganan saat belajar. Saat itulah kesabaran orangtua akan diuji.

“Orangtua perlu lebih menahan emosinya ketika anak menunjukkan rasa malasnya ketika belajar. Seoptimal mungkin menjaga agar mereka merasa cepat bosan,” tutur dia.

Keempat, berikan waktu anak bermain. Menurut Yeni, orangtua perlu memberikan waktu luang untuk bermain agar suasana hati anak agar selalu dalam kondisi baik menerima pelajaran. Gunanya juga untuk menyegarkan pikiran anak setelah selesai menuntaskan pelajarannya. Orangtua mesti membuat jadwal anak bermain secara khusus sebagai jeda baginya ketika belajar daring di rumah.

“Anak diberikan waktu luang untuk bermain, dalam artian main yang terjadwal,” ucap dia.

Orangtua menurutnya perlu memberikan daya dan upaya secara maksimal dalam proses pendampingan tersebut. Apabila pendampingan secara langsung tidak bisa dilakukan, karena kesibukan dalam mencari nafkah, maka upayakan ada pendamping lain, seperti saudara lain yang lebih tua, atau guru les.**

loading...