Tahun Depan Kepegawaian Diatur Badan

BERSAMA BUPATI-WABUP: Pejabat administrator pengawas dan pejabat fungsional tertentu di lingkungan Pemkab Kayong Utara diabadikan bersama Bupati dan Wabup usai dilantik dan diambil sumpah, Selasa (10/9). DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

SUKADANA – Bupati Kayong Utara Citra Duani mengisyaratkan bahwa tahun depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara akan segera membentuk Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM). Isyarat tersebut dilontarkan Bupati saat melantik 45 pejabat eselon III dan IV di Istana Rakyat, Selasa (10/9).

“Misalnya namanya ada Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia, nanti untuk mengurus hampir 1.300 ASN, belum termasuk tenaga honor. Di Indonesia, kabarnya hanya Kayong (Utara) yang belum (memiliki BKSDM). Tetapi ini harus kita dorong, sebab perubahan nama aparatur itu harus melalui Paraturan Daerah,” ujarnya ketika itu. Alasan yang dilontarkan Bupati dengan melihat jumlah pegawai di Kayong Utara begitu banyak, sehingga diharapkan pimpinan tinggi pratama kini bukan hanya menjadi administrator. Dengan demikian, dia menambahkan, nama yang mengurusi aparatur untuk tahun depan akan diubah, sehingga harus ada pimpinan tinggi pratama. Selama ini, persoalan kepegawaian di kabupaten ini masih berada di bawah Bagian Kepegawaian Sekretariat Daerah.

Ia juga mencontohkan, untuk Dinas Transmigrasi kini harus menjadi Transmigrasi dan Tenaga Kerja. Tetapi, dia menambahkan, pemimpinnya tetap merupakan pimpinan tinggi pratama. “Cuma nama nomenklatur atau namanya harus ditambah, dengan harapan tenaga kerja lebih greget. Karena permasalahan tenaga kerja ini kompleks. Bagaimana lapangan pekerjaan di Kayong Utara terbuka lebar,” kata dia.

Untuk itu, dia menegaskan agar institusi yang menanganinya ini harus jelas. “Apa lagi, Kesbangpol, yang dulunya Limnas, sekarang harus menjadi Badan Kesbangpol. Jadi Limnas-nya itu masuk ke (Satuan) Pol PP,” tutupnya.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Pejabat Administrator Pengawas dan Pejabat Fungsional Tertentu di Lingkungan Pemkab Kayong Utara tersebut diharapakan Bupati dapat meningkatkan kinerja serta kualitas yang lebih baik. Bupati menginginkan, dengan mutasi serta rotasi mampu meningkatkan kinerja seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN), mulai dari pimpinan tinggi pratama, termasuk eselon III, IV, atau pengawas. Hingga nanti, sambung Bupati, termasuk kepada pelaksana-pelaksana dan staf-staf yang ada.

“Staf-staf itu harus punya jabatan, seperti fungsional, seperti guru butir, pekerjaannya itu jelas, dan penilaiannya jelas. ASN semuannya nanti harus memiliki tolak ukur kinerja. Jadi masing-masing staf itu tidak lagi bingung apa yang mau dikerjakan, tetapi dia harus punya jabatan apa,” ujar Bupati. Dia memisalkan, ketika yang bersangkutan mempunyai jabatan analis kepegawaian, maka tugasnya adalah kepada analis kepegawaiannya. “Nanti arahnya kepada kinerja, artinya kementerian dan lembaga di pusat sudah menggunakan tunjangan kinerja sementara kita (Kayong Utara, Red),” terangnya. (dan)

 

 

 

 

Read Previous

Tax Goes To School, Siapkan Generasi Milenial Hadapi Bonus Demografi

Read Next

30 Menit Hujan Guyur Delapan Kabupaten/Kota

Tinggalkan Balasan

Most Popular