Tahun Depan Masuk ke 60 Desa dan 7 Kelurahan

PEMBERSIHAN:  Petugas sedang melakukan pembersihan timbangan pedagang.WAHYU IZMIR/PONTIANAKPOST

Uji Tera Juga Menjangkau Pedagang Pedesaan

Januari 2020 akan uji tera akan masuk ke 60 desa dan tujuh kelurahan di Kabupaten Mempawah. Setiap pedagang di pedesaan untuk melakukan uji alat timbangan. Maksudnya, tentu saja agar, konsumen dan pedagang sama-sama tidak dirugikan. Menjadi pas. Tidak lebih dan kurang.

Wahyu Izmir, MEMPAWAH

DINAS Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) berencana melaksanakan uji tera timbangan pedagang di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Mempawah. Hal itu dimaksudkan untuk menerapkan aturan perundang-undangan dan Peraturan Daerah (Perda).

“Mulai Januari 2020 nanti, kita akan masuk (uji tera) ke 60 desa dan 7 kelurahan di Kabupaten Mempawah. Kami akan menyambangi setiap pedagang di pedesaan untuk melakukan uji alat timbangan,” ungkap Kepala Seksi Meteorologi, Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Disperindagnaker Kabupaten Mempawah, Hendri saat melakukan uji tera di Pasar Sungai Pinyuh, kemarin.

Sebagai bentuk persiapannya, Hendri menyebut dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan koordinasi dan komunikasi kepada camat, lurah hingga kepala desa (kades) se-Kabupaten Mempawah. Koordinasi ini sebagai bentuk sosialisasi dan pemberitahuan terkait kegiatan uji tera tersebut.

“Rencananya tahun depan Perda tentang uji tera akan diberlakukan, maka kita harus menjangkau ke seluruh wilayah pedesaan dan kelurahan di Kabupaten Mempawah. Dengan adanya Perda tersebut, maka uji tera menjadi kewajiban seluruh pedagang di Kabupaten Mempawah,” tegasnya.

Hendri menerangkan, uji tera timbangan itu sendiri telah diatur dalam UU Meterologi Nomor 2 tahun 1991 dan UU Nomor 8 tentang perlindungan konsumen. Bahkan, jika ditemukan adanya unsur kesengajaan pedagang melakukan kecurangan dengan cara mengakali alat timbangan maka dapat dikenakan sanksi tegas.

“Sesuai perundang-undangan yang berlaku, maka pelakunya bisa dijerat dengan sanksi hukum. Sejauh ini di Kabupaten Mempawah belum ada kasus tersebut. Untuk ciri timbangan yang sudah di tera, terdapat segel dan mencantumkan kode tahun serta jaminan,” paparnya.

Karena itu, dirinya menghimbau para pedagang agar pro aktif melakukan pemeriksaan dan melaporkan kepada petugas. Jika alat timbangannya sudah bermasalah, segera sampaikan kepada petugas agar alat timbangan tersebut dapat diperbaiki agar berfungsi dengan normal.

“Laporkan kepada petugas atau bawa langsung alat timbangan ke Dinas Perindagnaker Mempawah. Pasti akan langsung kami tangani dengan melakukan pengecekan dan memperbaiki alat timbangan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Sejauh ini, Hendri menilai masih banyak pedagang yang kurang memahami aturan dan cara penggunaan alat timbang dengan baik dan benar. Ketidaktahuan itulah yang menyebabkan banyak alat timbangan yang digunakan pedagang menyalahi aturan dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Makanya kami akan terus meningkatkan kontrol dan pengawasan penggunaan alat timbangan ini. Bagi pedagang yang belum melakukan uji tera, maka akan kita datangi dan langsung di uji ditempat. Kalau memang perlu diperbaiki, pasti akan kita tindaklanjuti,” tukasnya. (*)

Read Previous

Hadirkan CEO Boedjang Group untuk Kembangkan UMKM

Read Next

Arsip Memegang Peranan Penting Dalam Reformasi Birokrasi

Tinggalkan Balasan

Most Popular