Tahun Ini Target Kondisi Jalan Mantap 60 Persen

PIMPIN : Gubernur Kalbar Sutarmidji memimpin rapat kolaborasi pencanangan pemeliharaan Jalan Provinsi dengan para pihak melalui mekanisme CSR tahun 2021-2023 di Balai Petitih, Kantor Gubernur, Kamis (27/8). IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

Pemprov Ajak Perusahaan Pelihara Jalan Lewat CSR

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) akan melibatkan pihak perusahaan memperbaiki dan memelihara infrastruktur jalan yang ada, lewat dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Dengan program ini ditargetkan kondisi jalan mantap di Kalbar tahun ini bisa mencapai 60 persen. Seperti dijelaskan, Gubernur Kalbar Sutarmidji, bahwa jalan provinsi dengan kondisi mantap ketika ia baru menjabat gubernur pada 2018 lalu baru di angka 49 persen. Satu tahun kemudian bisa ditingkatkan menjadi 56 persen atau bertambah sebanyak tujuh persen. Sementara untuk tahun kedua di 2020 ini telah terjadi pandemi Covid-19. Hal itu kemudian membuat target peningkatan jalan provinsi dengan kondisi mantap menjadi minus. “Nah tahun ini saya berharap (kondisi jalan mantap) bisa sampai 60 persen lah, akhir tahun ini,” ungkapnya saat menghadiri rapat kolaborasi pencanangan pemeliharaan Jalan Provinsi dengan para pihak melalui mekanisme CSR tahun 2021-2023, Kamis (27/8).

Saat ini disebutkan dia kondisi jalan provinsi yang masih berupa tanah masih ada sekitar 31 persen. Ini yang menyusahkan masyarakat. Sebab jalan tanah ketika dijejali dengan truk-truk angkutan perkebunan yang banyak dan aktivitas yang tinggi, maka akan semakin hancur.  Untuk itu, lewat program bersama pihak perusahaan ini, pihaknya mengajak untuk membantu pembangunan, minimal agar jalan yang ada bisa layak dilalui. Sambil kemudian pemerintah mencukupi dana untuk membuat semua kondisi jalan menjadi mantap. “Inilah kami melibatkan perusahaan-perusahaan, nah perusahaan ini mau, seperti Ketapang, bupati sudah punya inisiatif, Sintang juga, nah yang lainnya juga harus,” harapnya.

Orang nomor satu di Kalbar itu mencontohkan semisal satu ruas jalan sepanjang 60 kilometer, sementara kondisinya masih berupa tanah dan di sana ada 15 perusahaan yang melintas, untuk pemeliharaannya tinggal dibagi-bagi. Bisa masing-masing perusahaan cukup memelihara jalan tersebut sekitar empat kilometer saja. “Nah sambil menunggu pemerintah meningkatkannya menjadi jalan mantap, diaspal. Ke depannnya bangun jalan itu harus didukung daya dukung beban di atas 12 ton, supaya tidak cepat rusak jalannya,” terangnya.

Pada prinsipnya Midji melanjutkan pihak perusahaan siap dan mau mendukung program ini. Tinggal diatur saja bagaimana pembagiannya. Sementara perusahaan yang sudah komitmen namun tidak menjalankan, maka bisa saja dikenakan sanksi. “Sanksinya kami akan periksa  CSR-nya kemana, CSR itu kewajiban, jika tidak dilaksanakan dananya digunakan untuk pembiayaan produksi, itu artinya penyimpangan dan ada sanksinya,” pungkasnya.(bar)

error: Content is protected !!