Tak Melulu Harus Guru

SUSILAWATI

Oleh: Susilawati, S.Pd*

Bisakah kita belajar di mana pun, dengan siapa pun dan kapanpun?  Dunia tak selebar daun kelor. Mungkin pepatah ini pas untuk menyakinkan dan memotivasi, agar tak mudah putus asa dalam menghadapi kerumitan dan keterbatasan kegiatan belajar mengajar. Baik di masa normal, dan terlebih lagi di masa pandemi saat ini.

Adanya larangan untuk berkumpul dalam jumlah tertentu,  membuat kebijakan belajar dari rumah adalah pilihan yang tepat. Kebijakan yang akhirnya berimbas pada berkurangnya intensitas pertemuan antara siswa dan guru. Guru  memang sumber belajar bagi siswa. Namun, dalam proses pembelajaran guru  bukanlah satu-satunya sumber belajar yang tersedia.

Menurut Sanjaya (2010: 228), sumber belajar adalah segala sesuatu yang ada di sekitar lingkungan kegiatan belajar yang secara fungsional dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar. Optimalisasi disini tidak hanya berupa hasil belajar namun ditinjau juga dari proses interaksi siswa dengan berbgai macam sumber yang dapat merangsang siswa dengan berbagai macam sumber yang dapat merangsang siswa untuk belajar dan mempercepat pemahaman dan penguasaan bidang ilmu yang dipelajarinya.

Sumber belajar salah satu komponen dalam kegiatan belajar yang memungkinkan individu memperoleh pengetahuan, belajar memberikan pengalaman belajar dan tanpa sumber belajar maka tidak mungkin dapat terlaksana proses belajar dengan baik. (Sitepu, 2014: 18)

Menilik dari pengertiannya, sumber belajar adalah segala sesuatu yang  mendukung dan dapat dimanfaatkan untuk keberhasilan sebuah pembelajaran.  Oleh karenanya, demi keberhasilan sebuah pembelajaran, hal terdekat dan termudah yang dapat dipergunakan salah satunya adalah dengan memanfaatkan lingkungan. Sejak dulu lingkungan merupakan salah satu alternatif sumber belajar yang sangat penting serta memiliki nilai-nilai yang sangat berharga bagi siswa. Lingkungan juga dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar.

Lingkungan sosial dapat digunakan untuk memperdalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Sedangkan lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari tentang gejala-gejala alam yang dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik akan cinta alam dan partispasi dalam memelihara dan melestarikan alam.

Pemanfaatan lingkungan dapat ditempuh dengan cara melakukan kegiatan dengan membawa peserta didik ke lingkungan, seperti survey, karyawisata, berkemah, praktek lapangan dan sebagainya. Bahkan belakangan ini berkembang kegiatan pembelajaran dengan apa yang disebut out-bond, yang pada dasarnya merupakan proses pembelajaran dengan konsep menggunakan alam terbuka.

Di samping itu pemanfaatan lingkungan juga dapat dilakukan dengan cara membawa lingkungan ke dalam kelas, seperti menghadirkan nara sumber untuk menyampaikan materi di dalam kelas. Hal ini tentu saja sangat membantu keterbatasan pihak sekolah atau guru.

Sumber belajar lainnya yang sederhana dan murah. Misalkan, bagaimana guru dan siswa dapat memanfaatkan bahan bekas. Bahan bekas yang banyak berserakan di sekolah dan rumah, seperti kertas, mainan, kotak pembungkus sampho, serta bekas kemasan makanan ataupun minuman. Dengan sentuhan kreativitas, bahan-bahan bekas yang biasanya dibuang secara percuma dapat dimodifikasi dan didaur-ulang menjadi sumber belajar yang sangat berharga. Salah satunya dapat dimanfaatkan siswa untuk media pembelajaran menghitung satuan debit pada pelajaran matematika.

Mengaitkan dengan situasi terkini, saat seperti ini pandemi yang berkepanjangan. Mengharuskan orangtua super kreatif memanajemen putra-purinya untuk tetap belajar,  meski tak dapat menemui gurunya di sekolah.  Pemerintah dalam hal  ini kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah menyediakan belajar dari rumah melalui siaran Televisi Edukasi (Tve) ini tentu saja sangat membantu.

Selain Tve, kemudahan dalam mengakses berbagai informasi di internet saat ini memperkaya dan meningkatkan wawasan siswa di bidang pendidikan. Contohnya mengakses buku, jurnal, dan lain-lain.  Selain kemudahan dalam mengakses berbagai informasi di dunia maya internet. Kemudahan-kemudahan belajar  yang ditawarkan di era milenial ini juga salah-satunya adalah dengan pemanfaatan portal rumah belajar sebagai sarana pembelajaran kelas maya yang berisikan konten bahan belajar. Di portal ini siswa dapat mengakses secara online maupun offline tanpa internet materi pembelajaran dalam bentuk gambar, video, animasi, simulasi dan bahkan sebuah permainan.

Jadi selagi ada kemudahan, memanfaatkan ataupun  menyerah pada keterbatasan. Semua pilihan akhirnya bermuara pada pilihan pribadi masing-masing. Jadi tak ada yang tak mungkin. Selama masih berniat totalitas dalam mengajar ataupun belajar.**

*Penulis adalah guru SMP Negeri 5 Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat.

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!