Tak Menyesal Pindah ke Honda

Pol Espargaro. SUMBER FOTO : FormulaRapida.net

AALST – Pol Espargaro mengakui dirinya mengalami tekanan yang sangat besar sebagai pembalap Tim Repsol Honda di MotoGP musim 2021. Meski begitu, Espargaro menegaskan sama sekali tidak menyesali keputusannya pindah ke Tim Honda saat ini.

Espargaro memang dipastikan bakal membela Tim Honda di MotoGP 2021. Ya, manajemen Tim Honda memilih merekrut Espargaro guna menggantikan peran Alex Marquez yang gagal memenuhi ekspektasi.

Keputusan Tim Honda kepada Espargaro memang bisa dikatakan cukup masuk akal. Terlebih dengan apa yang sudah dikerjakan oleh Polyccio –julukan Pol– bersama Tim KTM Red Bull dalam beberapa musim terakhirnya di MotoGP.

Tim Honda sendiri semakin merasa yakin akan keputusan mereka merekrut Espargaro setelah sang pembalap berhasil tampil memukau di tes pramusim MotoGP 2021. Ya, dalam tes tersebut Espargaro mampu mencuri perhatian dengan tampil kompetitif.

Akan tetapi, performa apik Espargaro di tes pramusim tidak terlihat kala dirinya menjalani dua seri perdana MotoGP 2021 yang berlangsung di Sirkuit Losail. Dalam dua balapan tersebut, Espargaro tak mampu finis di posisi lima besar.

Espargaro pun mengakui bahwa dirinya mulai merasakan tekanan besar sebagai pembalap Tim Honda pada saat ini. Meski begitu, Espargaro dengan tegas membantah bahwa dirinya mulai menyesali keputusannya menerima pinangan Tim Honda pada saat ini.

“Saya tak menyesali keputusan saya. Saat itu saya memilih apa yang saya rasa terbaik untuk saya, dan itulah yang saya lakukan. Saya yakin bahwa ini keputusan terbaik untuk masa depan saya,” jelas Espargaro, sebagaimana dikutip Okezone dari Marca, Sabtu (10/4).

“Saya juga melihat mereka ingin perubahan, mereka ingin punya rider baru di Repsol Honda. Saya orang pertama yang bergerak. Saya bicara dengan para bos Honda, termasuk Alberto. Saya bilang saya ingin pindah ke sana, dan gaya balap saya tampak cocok untuk motor itu,” sambungnya.

“Kita lihat nanti apakah kerja sama ini berhasil atau tidak. Namun, saya berterima kasih atas kepercayaan yang mereka berikan kepada saya. Membela Repsol Honda memang berarti harus meraih hasil baik. Namun, jika boleh jujur, tekanan yang saya rasakan jauh lebih besar saat masih di KTM.” “Masa depan yang saya pikirkan adalah finis kelima, keenam, atau ketujuh dalam hari buruk, dan menang dalam hari baik. Jadi, di Honda rasanya lebih ringan, apalagi motornya cocok untuk saya,” tutup pembalap berusia 29 tahun tersebut. (**)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!