Tampilkan Dua Koreografi Tiga Dimensi Sekaligus

honda dbl

DUKUNGAN :Smanta Mania tunjukkan dua koreografi tiga dimensi sekaligus guna mendukung tim basket mereka yang bertanding. FOTO-FOTO : MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Ada perbedaan yang ditunjukkan Smanta Mania (julukan supporter SMA Negeri 3 Pontinak) di ajang Honda DBL West Kalimantan Series tahun ini. Perbedaan tersebut adalah penggunaan kaos bewarna kuning bertuliskan Smanta Till I Die dalam artian “Smanta Sampai Aku Mati”. Selain itu, perbedaan lain yang tampak mencolok adalah penggunaan dua koreografi tiga dimensi sekaligus guna memberi support tim basket mereka yang bertanding.

Koordinator Smanta Mania, Fadhil mengatakan di ajang Honda DBL West Kalimantan Series kali ini antusias rekan-rekannya memang sangat besar dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya minat teman-teman Smanta Mania yang membeli tiket dan datang ke stadion guna mendukung tim basket kesayangan mereka.

“Tadi kita juga jual tiket disekolah sebanyak tiga buku, dan semua ludes terjual. Bahkan ada yang tidak kebagian dan memilih membeli on the spot meskipun harganya lebih mahal,” katanya saat diwawancarai, Rabu (6/11).

Selain itu, dukungan yang diberikan juga tampak sangat meriah dengan berbagai atribut yang digunakan. Dalam hal ini, Fadhil mengatakan dukungan yang diberikan kali ini sengaja dibuat pecah dan meriah. Mengingat lawan yang dihadapai kali merupakan lawan kuat. Sementara penggunaan dua koreografi 3 dimensi sekaligus yang dilakukan, Fadhil mengatakan memang sengaja baru dikeluarkan di pertandingan ini.

“Persiapan penggunaan dua koreografi sudah lama. Tapi baru terealisasi hari ini, karena menunggu waktu puncak dan menunggu waktu yang benar-benar pas untuk ditampilkan. Terlebih dari awal sudah komit untuk tampil habis-habisan,” sambungnya.

Dia menjelaskan, beberapa atribut yang digunakan seperti bendera, koreografi kertas, kostum maskot buaya sebagai lambang khas SMA Negeri 3 Pontianak, alat musik seperti drum, dan tentunya koreografi tiga dimensi.

Namun sayang, dukungan habis-habisan yang diberikan oleh Smanta Mania harus diakhiri dengan kekalah SMA Negeri 3 Pontianak dari SMK Immanuel 2 Kubu Raya. Kendati demikian, ia mengaku tak menyesal mendukung teman-teman tim basket yang bertanding meski mengalami kekalah. Karena menurutnya, tiap pemain sudah berjuang dan berusaha memberikan yang terbaik untuk nama baik SMA Negeri 3 Pontianak.

“Apapun hasilnya dukungan kita akan tetap dukung Smanta. Dan tahun ini tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya, kita masih pasang target untuk dapat best supporter,” pungkasnya. (sig)

 

Read Previous

Tampil Dengan Konsep Berbeda di Setiap Penampilan

Read Next

Dorong Peningkatan Zakat Melalui Generasi Millenial

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *