Tanda Anak Siap Sekolah

Banyak alasan mengapa orang tua memasukkan buah hatinya ke sekolah di usia dini. Diantaranya terlalu aktif, ingin cepat pintar, ataupun agar anak bisa bersosialisasi. Namun, orang tua harus memastikan kesiapan anak bersekolah.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Azka mulai bersekolah ketika usianya belum genap tiga tahun. Dikarenakan putra kedua pasangan Ana dan Tama setiap hari melihat kakaknya berangkat sekolah. Akhirnya Azka juga ingin sekolah.

Semula Ana takut menyekolahkan buah hatinya di usia yang terlalu dini. Ana dan suami berpendapat bahwa pada usia tersebut merupakan waktu Azka bermain, bukan sekolah.

Tetapi, semua rasa ketakutan itu sirna ketika melihat kebahagiaan Azka, baik setiap akan berangkat maupun pulang sekolah. Bahkan, Azka tak pernah lupa menceritakan semua hal yang dilakukan di sekolah saat dijemput orang tuanya.

“Dia juga bangga saat menunjukkan hasil karya yang dibuatnya di sekolah,” ceritanya.

Pengalaman Mona dan Angga justru berbeda. Buah hati mereka, Dina sangat sulit diajak untuk bersekolah.

“Saya mencoba memasukkan Dina agar dia memiliki aktivitas di tengah kesibukan saya dan ayahnya bekerja,” ujar Mona.

Satu bulan bersekolah, Dina belum menunjukkan perkembangan. Dia lebih memilih bermain dan tidak menghiraukan aktivitas belajar yang diajarkan oleh guru pendamping. Akhirnya, Mona dan Angga memutuskan untuk memberhentikan buah hatinya ini dari sekolah.

“Saya pikir Dina butuh kesiapan untuk bersekolah. Mungkin cara saya dan ayahnya salah dan terkesan memaksakan,” tutur pegawai di salah satu instansi pemerintahan ini.

Usia memang tidak dapat dijadikan penentu buah hati masuk sekolah. Banyak faktor yang diperlukan untuk mempertimbangkan apakah buah hati sudah siap sekolah, atau tidak. Bisa dari kemampuan motorik, sosial maupun cara berpikir (kognitif) buah hati.

Meski begitu, pemerintah memiliki aturan tersendiri dalam menentukan anak untuk bersekolah. Psikolog Yeni Sukarini, S.Psi mengatakan aturan yang ada ini sudah melihat dan disesuaikan dengan perkembangan psikologis anak.

Namun, kemajuan dan perkembangan yang dimiliki anak mampu mengantarkannya bersekolah di usianya yang belum mencukupi.

“Misalnya, bersekolah di playgroup saat anak belum genap berusia dua tahun. Begitu pula bagi yang bersekolah di taman kanak-kanak maupun sekolah dasar,” ungkap Yeni.

Kebanyakan orang tua memasukkan anak ke playgroup karena kebutuhan pribadinya. Misalnya, orang tua ingin anaknya bersekolah di usianya yang masih dini atau  karena sibuk bekerja, sehingga keduanya lebih senang menitipkan anak di playgroup. Diharapkan  anak tidak hanya bermain, tetapi juga mendapatkan ilmu. Menurut Yeni, hal ini tidak sepenuhnya salah. Namun,  tetap harus melihat perkembangan anak. Kesiapan bersekolah ini erat kaitannya dengan perkembangan anak.

Orang tua juga harus peka dan melihat apakah perkembangan buah hatinya sama dengan anak lain se-usianya.

“Jika sama, orang tua bisa mengajak anak berbicara bersama. Tanyakan pada anak apakah dirinya sudah siap untuk bersekolah,” jelas Yeni.

Apabila anak menjawab siap,  bisa memberi gambaran padanya mengenai  aktivitas di sekolah. Tunjukkan pada anak tentang sekolah yang  akan menjadi tempat bermain dan belajar. Yeni yakin anak sudah paham dan mengerti yang dibicarakan orang tuanya.

Namun, jika orang tua melihat anak belum mampu melakukan hal seperti anak seusianya, sebaiknya tak memaksanua sekolah.

“Karena anak dinilai belum memiliki kesiapan. Yang harus orang tua lakukan adalah memperhatikan dan membantu mempersiapkan anak,” tutur Yeni.

Jika kesiapan yang orang tua lakukan dinilai sudah maksimal, tetapi tetap tidak menunjukkan perkembangan atau ada hambatan fisik, bisa mengonsultasikan pada dokter sepsialis anak. Kalau tidak ada masalah pada fisik, orang tua bisa berkonsultasi pada psikolog.

“Nantinya akan diberikan tes kesiapan anak. Disitu dapat dilihat kesiapan sosial, mandiri, tanggung jawab, serta visual dan motorik. Hasil akan menunjukkan apakah sudah siap atau belum bersekolah,” tutup psikolog di Biro Psikologi Phenomenon Pontianak ini.    **

loading...