Tangkap 19 Kapal Pencuri Ikan

Pung Nugroho Saksono

PONTIANAK – Kapal Pengawas Perikanan Ditjen PSDKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kembali menangkap kapal ikan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Kali ini sebanyak 19 kapal ikan asing dan Indonesia ditangkap dalam operasi peringatan Hari International Memerangi IUU Fishing.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono mengatakan, dalam operasi itu, Ditjen PDDKP menerjunkan empat kapal pengawas yang terdiri dari KP. Hiu 11, KP. Hiu Macan 1, KP. Hiu Macan Tutul 2 dan KP. Orca 3.

Dari operasi tersebut, kapal pengawas berhasil menangkap tiga kapal berbendera Malaysia, dan tujuh kapal berbendera Vietnam. “Saat ini tren kapal-kapal asal Vietnam mengincar Teripang/ Mentimun Laut,” ujar Ipunk.

Dari sejumlah kapal ikan asing tersebut, 10 di antaranya ditangkap di perairan Natuna. Sementara dua kapal lainnya ditangkap di laut Sulawesi.

Ipunk juga menjelaskan bahwa operasi pengawasan yang dilakukan oleh KP. Hiu 15 di Laut Sulawesi pada berhasil mengamankan 2 kapal ikan asing ilegal berbendera Filipina yaitu FBCA “JOHN REC” dan DUDOTS PHANIE.

“Ini kapal-kapal pumboat yang mengincar ikan tuna di Laut Sulawesi, ukurannya tidak besar, tapi sangat efektif,” ungkap Ipunk.

Selain kapal ikan asing, pihaknya juga menangkap kapal ikan berbendera Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal PSDKP yang juga Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar, menyampaikan bahwa KKP juga menunjukkan sikap tegasnya terhadap kapal Indonesia yang tidak mematuhi ketentuan.

Sebanyak tujuh kapal yang tidak memiliki dokumen dan mengoperasikan alat tangkap trawl juga ditangkap di Selat Malaka. Ketujuh kapal tersebut yaitu KM Rejeki Baru 2, KM Sinar Terang 8, KM Bintang Cerah I, KM Sumber Rejeki 36, KM Mizi Jaya, KM Kota Nelayan dan KM Bintang Anugrah.

“Kapal Indonesia juga kami tertibkan apabila beroperasi tidak sesuai dengan ketentuan dan mengakibatkan kerusakan sumber daya perikanan,” tegas Antam.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2021, KKP telah menangkap 113 kapal yang terdiri dari 77 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 36 kapal ikan asing yang mencuri ikan (9 kapal berbendera Malaysia, 4 kapal berbendera Filipina, dan 23 kapal berbendera Vietnam).

KKP juga terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan dengan menangkap 62 pelaku penangkapan ikan dengan cara yang merusak (destructive fishing) seperti bom ikan, setrum maupun racun.

Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, penangkapan 19 kapal tersebut, merupakan kerja keras para awak kapal pengawas perikanan yang terus menjaga setiap jengkal wilayah perairan Indonesia.

Lebih lanjut Menteri Trenggono menjelaskan operasi tersebut dilaksanakan selama seminggu sejak 3-8 Juni 2021.

“Ini menunjukkan bahwa KKP serius dalam memberantas IUU Fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia,” ujar Menteri Trenggono.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasinya kepada Awak Kapal Pengawas Perikanan yang telah bekerja keras di lapangan sebagai benteng KKP dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Menteri Trenggono menjanjikan akan terus memperkuat pengawasan, termasuk dengan penguatan infrastruktur

“Dari sisi infrastruktur, tahun ini kita sudah menambah dua armada baru dan akan terus kami tambah dengan kapal-kapal pengawas sekelas kapal fregat secara bertahap,” ujarnya. (arf)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!