Tanpa Gelar Juara Dari Malaysia

Mohammad Ahsan–Hendra Setiawan

KUALA LUMPUR— Tidak ada gelar bagi Indonesia di Malaysia Masters 2020. Empat wakil yang tersisa seluruhnya kandas di babak semifinal yang digelar di Axiata Arena, kemarin (11/1). Alhasil tim Merah Putih hanya bisa membawa pulang perunggu kali ini.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi pasangan pertama memetik hasil pahit. Mereka kalah dalam duel sengit melawan ganda putri Tiongkok Li Wen Mei/Zheng Yu 21-19, 18-21, 21-19. Kekalahan ini tidak mengejutkan, sebab, sebelum itu unggulan kedelapan ini sudah pernah ditaklukkan oleh sang lawan. Li/Zheng juga punya rekam jejak yang impresif ketika berhadapan dengan pemain yang ada di top 10 dunia.

“Tadi sempat genting. Kami harus lebih berani, lebih ngadu, tapi kali ini kami kalah dari segi ngadunya. Poinnya itu kami sudah leading, mati sendiri dengan mudah. Mereka mengejar dan kami ragu-ragu,” tutur Greysia seperti dilansir dalam siaran pers PP PBSI.

Kali ini Greysia/Apriyani lebih legawa menerima hasil yang jauh dari harapan itu. Mereka mengakui banyak hal yang perlu dievaluasi, terutama soal pengembalian bola lawan yang gampang terbaca. Selain itu, mereka terus berkutat dengan masalah konsistensi yang masih naik turun. “Bagaimana pun juga kami sudah mengeluarkan kemampuan kami. Sekarang terima dulu kekalahan ini dan fokus lagi untuk Indonesia Masters minggu depan,” ucap Apriyani.

Di sisi lain, kekalahan yang dialami Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto praktis meluluhlantakkan harapan publik pencinta bulu tangkis. Tidak ada all Indonesian final di turnamen pembuka tahun ini. Keduanya sama-sama gagal mengamankan tiket ke partai final.

Ahsan/Hendra harus mengakui kehebatan Li Junhui/Liu Yuchen. Mereka harus berjibaku dalam pertarungan super intens kemarin. Pertandingan yang berlangsung selama satu jam itu berakhir 20-22, 19-21, 22-24. Padahal kemenangan nyaris ada dalam genggaman pasangan yang dijuluki Daddies ini. Di set terakhir, keduanya sudah lebih dulu mencapai championsips point. Tetapi Hendra sedang tidak dalam performa terbaiknya. Dua kesalahan beruntun dilakukannya yang membuat mereka terpaksa melewati deuce.

Read Previous

KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Sidoarjo

Read Next

Antara Penguasa Kota dan Kesempurnaan Zizou

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *