Tantangan Kedelapan

Liga Champions

FC Barcelona vs Inter Milan

BARCELONA,– Siapa bilang delapan identik dengan angka keberuntungan? Fakta, allenatore Inter Milan Antonio Conte bukan pelatih yang hoki ketika menjalani laga kedelapan. Terutama saat menjalani laga-laga di level teratas kompetisi. Baik di Premier League ketika dia masih di Chelsea, atau semasa menikmati Serie A dan Liga Champions bersama Juventus.

Nah dini hari nanti WIB, sekali lagi Conte pun mengharap hoki saat laga kedelapan Inter Milan. Meski kali ini harus menghadapi Barcelona pada matchday kedua Grup F di Camp Nou, Barcelona (siaran langsung SCTV/UseeSports 2 pukul 02.00 WIB). ”Yang aku mau, kami yang menyulitkan Barca. Bukan sebaliknya,” kata Conte, dilansir laman Goal.

Dia tak ingin melihat anak asuhnya apes ketika laga kedelapan lagi. Seperti saat Chelsea digunduli Arsenal tiga gol saat 2016 – 2017. Atau, Juve yang tersendat di Turin ketika menjamu Galatasaray saat matchday kedua fase grup Liga Champions 2013 – 2014. Laga yang menandai tersingkirnya Juve dari fase grup.

Streak tujuh laga unbeaten Inter musim ini jadi modal Conte membalas mimpi buruknya di Camp Nou, 15 Maret 2018. Pada second leg 16 Besar, The Blues, julukan Chelsea, kalah tiga gol tanpa balas. The Godfather, julukan Conte, sudah memiliki rencana untuk menuntaskannya. ”Kami perlu mengembalikan tenaga kami agar bisa menciptakan laga yang intensif. Hanya cara itu yang bisa menyulitkan mereka,” tutur allenatore 50 tahun itu.

Apalagi saat ini La Blaugrana, julukan Barca, sedang goyah. Lambat dan mudah ditebak taktiknya.

”Batasi dan jangan biarkan Barca memainkan bola kalau tak mau mereka yang malah merepotkan kami. Begitu pula dalam dribble dan build up serangan. Di Serie A inilah yang jadi kunci kami,” sambung pelatih yang lebih sering mentok di fase grup Liga Champions itu.

Rapor mencetak 14 gol dan kemasukan tiga gol dalam tujuh laga pertama di awal musim juga sudah jadi capaian terbaik Nerazzurri, julukan Inter, lima musim terakhir. Itu kontras kalau dibandingkan dengan performa Sergio Busquets dkk musim ini. Hanya dua kali clean sheet dan bisa kemasukan 10 gol dalam delapan laga pertama bukan wajah Barca lima musim terakhir.

Sebagai eks pemain Barcelona, wide attacker Inter Alexis Sanchez pun ikut memberikan masukan kepada Conte. Salah satunya dalam upaya memutus tren clean sheet Barca pada ajang Liga Champions di Camp Nou yang sudah bertahan dua laga beruntun. ”Kalau ingin menang di sana (Camp Nou), jangan banyak membuang-buang peluang,” usul Alexis, dalam wawancara di situs resmi UEFA, kemarin WIB (1/10).

Dia mencontohkan semasa dia “pulang” ke Camp Nou dengan Manchester United dalam second leg perempat final musim lalu. El Nino Maravilla, julukan Alexis, cuma sebagai pemain pengganti. United pun juga senasib dengan Chelsea bersama Conte, disikat tiga gol tanpa balas. ”Aku masih ingat, ketika itu kami membuang tiga sampai empat peluang gol. Lalu, mereka pun dapat mencetak satu gol, dua gol, dan akhirnya Anda akan kalah tiga gol,” kenang pemain yang sudah lima musim meninggalkan Barca itu.

”Ingat, mereka sangat kuat di kandang sendiri. Mereka selalu main konfiden di sana. Jika kalian mendapat peluang sekecil apapun, satu atau dua, tuntaskan itu dengan gol,” harap Alexis. Musim ini, Samir Handanovic dkk butuh 46 kali tembakan untuk bisa menciptakan satu golnya. Total 14 gol didapat dari 646 kali shots.

Tak ada gading yang tak retak. Begitu yang diulas laman Barca Blaugranes tentang style permainan Inter di tangan Conte. ”Meski mereka defense terbaik di dunia,” tulis laman tersebut. Padatnya pertahanan Inter cuma bisa dipecahkan jika Frenkie De Jong dan Arthur Mello sukses melakukan penetrasi dari lini tengah. ”Kami harus bermain lebih marah lagi. Sebab ini tes yang terbesar bagi kami,” klaim bek tengah Barca Clement Lenglet kepada RAC1. (ren)

loading...