Tawari Jadi Model, Pria 49 tahun Cabuli Siswa

CABUL: Kasat Reskrim AKP Tri Prasetyo saat jumpa pers di Mapolres Singkawang, bersama tersangka Z. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

SINGKAWANG-Seorang pria berinisial Z, warga Singkawang, mencabuli anak dibawah umur dengan iming-iming penawaran ikut audisi pencarian bakat.

Berbekal laporan dari keluarga korban, polisi akhirnya meringkus pria tak beristri berusia 49 tahun untuk diproses hukum.

“Dari hasil pengakuan tersangka ke kita, pelaku ini sudah banyak melakukan (perbuatan cabul,red) di banyak lokasi. Termasuk pernah di Pontianak. Saking banyaknya lokasi kejadian, sampai pelaku ini lupa dimana dan kapan terjadinya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Singkawang AKP Tri Prasetyo saat jumpa pers di Mapolres Singkawang, Kamis (9/01).

Tersangka Z ditangkap usai adanya laporan ke polisi terkait perbuatannya kepada seorang siswa berusia pelajar SMA. Ironisnya lagi, Z melakukan perbuatan bejatnya kepada pelaku di sebuah rumah ibadah di jalan RA Kartini, Singkawang.

Modus pelaku adalah pura pura menanyakan alamat, kemudian membujuk dan mengiming-imingi korban untuk menjadi model dalam sebuah audisi pencarian bakat. Selanjutnya, pelaku melampiaskan nafsu syahwatnya itu di kawasan rumah ibadah. Dimana pelaku melakukan pencabulan dengan sarana cairan sabun. Dimana cairan sabun ini digunakan membersihkan alat kelamin korban.

“Aksi tersangka ini dilakukannya di kawasan rumah ibadah dengan iming-iming bisa membantu korban dalam acara pencarian bakat,” ungkap Tri Prasetyo.

Dari pengakuan tersangka ke polisi, bahwa sasaran pelampiasan nafsu bejatnya adalah laki-laki, usia SMA, dan semua dibawah umur.

Tersangka mengakui perbuatan cabulnya tersebut. Bahkan dengan percaya dirinya ia seperti agen pencari model dalam ajang pencarian bakat di Jakarta. Ketika ditanya pencarian bakat di sebuah majalah atau di sebuah statsiun TV apa, ia mengaku bekerja sendiri.

“Ada yang sudah jadi model,” katanya.

Kemudian saat media ini bertanya apa nama agensi model yang ia miliki, ia bersikekeh menjawab bekerja sendiri dalam mencari bakat.

Selain menangkap pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebuah sabun cari dalam botol sabun plastik, yang digunakan pelaku melancarkan aksinya.

Oleh polisi, pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya paling minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (har)

loading...