Tegaskan Kodam XII Tanjungpura Tidak Pernah Menerima Hibah Tanah di Desa Peniti Dalam II

SUNGAI RAYA— Menanggapi beredarnya kabar bahwa saudara Endang Kusnadi telah menghibahkan lahan miliknya kepada Kodam XII Tanjungpura, Kepala Penerangan Kodam XII Tanjungpura, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe mengatakan hingga saat ini Kodam XII Tanjungpura tidak pernah menerima hibah tanah seluas 60 Hektar yang berlokasi di Dusun Sungai Kenak, Desa Peniti Dalam II, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah dari Endang Kusnadi.

Aulia Fahmi Dalimunthe menerangkan Endang Kusnadi memberikan hibah tanah seluas 60 Hektar melalui personel Kodam XII Tanjungpura. Mengenai rencana Hibah tersebut, Kodam XII Tanjungpura tetap berpedoman pada Kep Kasad Nomor Kep/639/VII/2018 tentang Hibah barang dan/atau jasa di lingkungan TNI AD.

“Dalam penerimaan hibah barang atau jasa sudah ada aturan untuk kami pedomani. Karena itu untuk memastikan status lahan tersebut, Kodam XII Tanjungpura telah membentuk Tim Pengkaji untuk mengecek kualitas, kuantitas dan kelaikan materiil hibah dihadapkan dengan kebutuhan organisasi,” terangnya, Jumat (26/6).

Menindaklanjuti hal tersebut kata Aulia Fahmi Dalimunthe, sehingga pada tanggal 14 Mei Tim pengkaji dari Kodam sejumlah 30 personel dipimpin Letkol Czi. Yudho (Pabandya Slogdam XII Tanjungpura) melakukan survey ke lokasi dalam rangka melihat kondisi riil di lapangan.

Selanjutnya lanjut dia, pada 27 Mei berdasarkan hasil kajian, Kodam XII Tanjungpura mengirimkan surat kepada Balai Pemantapan Kawasan Hutan III perihal permintaan Informasi status lahan/tanah di Segedong Kab. Mempawah sebagai bahan dari proses pengkajian

“Pada tanggal 12 Juni 2020, kami telah menerima jawaban dari BPKH wilayah III, yang isinya tanah tersebut berada di areal Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Untan,” ungkapnya.

Aulia Fahmi Dalimunthe menambahkan berdasarkan surat dari BPKH wilayah III dan hasil survey yang dilakukan Tim Pengkaji Kodam XII Tanjungpura dinyatakan bahwa lahan tersebut dalam pemanfaatan dan penggunaan Universitas Tanjungpura serta tidak layak digunakan sebagai pangkalan, karena kondisi lahan 100 persen adalah lahan gambut

“Selanjutnya pada tanggal 17 Juni 2020 Kodam XII Tanjungpura telah mengirimkan surat kepada Endang Kusnadi, yang isinya perihal penolakan dan tidak dapat menerima hibah lahan dikarenakan tanah tersebut tidak memenuhi standar kelaikan secara fisik dan administrasi,” jelasAulia Fahmi Dalimunthe.

Mengenai adanya kegiatan illegal logging di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Untan, lanjutnya juga telah dilakukan tindakan hukum oleh Tim gabungan yang terdiri dari Korem 121/Abw, Kodim 1201/Mpw, SPORC, Gakkum KLHK, Polres Mempawah, Dinas LHK Prov. Kalbar, KPH Mempawah dan Fak. Kehutanan Untan. pada tanggal 24 Juni lalu.

“Tim gabungan telah berhasil mengamankan sebanyak 10 orang oknum masyarakat pelaku illegal logging, dari kesepuluh orang tersebut tidak ditemukan adanya keterlibatan personel TNI. Sedangkan para pelaku saat ini dalam penanganan Polres Mempawah,” ucapnya.

Dia juga mengutarakan Tim Gabungan juga melakukan pengembangan, sehingga pada hari tanggal 26 Juni 2020, Tim Gabungan kembali menangkap 8 orang pelaku illegal loging saat ini sedang dalam penanganan pihak Kepolisian. Diantara kedelapan pelaku tersebut tidak adanya keterlibatan personel TNI.

“Hingga saat ini, tidak ada ditemukan keterlibatan personel TNI dalam kegiatan illegal logging di KHDTK Untan. Kodam XII Tanjungpura tidak akan menutupi anggota yang melakukan pelanggaran, bila ada maka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (ash)