Teguran Keras buat Pangkalan yang Menjual ke Pengecer

OPERASI PASAR: Operasi pasar elpiji 3 kilogram yang digelar Diskumindag Kota Pontianak bersama Pertamina di Jalan pak Benceng, kemarin. PAGE FACEBOOK HAMIDAH

Diskumindag dan Pertamina Gelar OP Elpiji 3 Kilogram

Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram adalah Rp16.500 pertabung. Jika ada yang menjual di atas harga tersebut, berarti yang menjual adalah pengecer. Pengecer membelinya dari pangkalan. Jika pangkalan terindikasi terlibat dalam penjualan bersama pengecer, izin mereka bisa dicabut kapan saja.

RAMSES TOBING, Pontianak

ANCAMAN tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo. Ia berjanji akan menindak pangkalan-pangkalan nakal tersebut. “Bila perlu cabut izin usaha,” tegas Haryadi saat menggelar operasi pasar elpiji 3 kilogram di Jalan Pak Benceng, Kecamatan Pontianak Kota, kemarin (19/7).

Dalam kegiatan ini mereka menggandeng Pertamina Marketing Operation Operation (MOR) VI Wilayah Kalbar. Ia memastikan bahwa operasi pasar itu terus dilakukan agar gas melon bersubsidi itu dibeli oleh masyarakat dan UKM yang berhak saja.

“Ada 12 agen di Pontianak. Mereka menjual ke 300 pangkalan elpiji bersubsidi dengan harga Rp14.400. Dari pangkalan dijual Rp16.500 pertabung. Akan tetapi di lapangan ada dugaan pihak pangkalan menjualnya ke pihak pengecer,” jelas dia.

Disambung Haryadi, kondisi ini kemudian berdampak terhadap masyarakat dan UKM yang kesulitan mendapat gas melon bersubsidi.  “Operasi pasar ini sebagai salah satu langkah yang kami lakukan untuk memastikan masyarakat yang berhak saja yang mendapatkan gas 3 kilo (gram) bersubsidi,” imbuhnya.

Haryadi menyatakan dari kondisi itu muncul indikasi pangkal menjual gas 3 kilogram tersebut ke pengecer, yang kemudian dijual kembali ke rumah makan, restoran, dan lain-lain. “Kuotanya sekitar sekitar 21 ribuan tabung perhari dan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat tidak mampu di Kota Pontianak. Akan tetapi banyak terjadi antrean di pangkalan karena banyak dibeli oleh yang tidak berhak, bahkan ada yang membelinya di atas HET,” tambah Haryadi.

Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Weddy Surya Windrawan menjelaskan, operasi pasar dilakukan mereka agar masyarakat mudah mendapatkan elpiji bersubsisi sesuai dengan HET. “Operasi pasar untuk mengurangi gejolak antrean di pangkalan-pangkalan yang menjual elpiji subsidi, meskipun saat ini tidak terjadi kelangkaan,” jelasnya.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak khawatir karena stok masih tercukupi. Sedangkan operasi itu dilakukan mereka juga untuk memastikan pendistribusian gas elpiji tepat sasaran dan dijual sesuai HET. Operasi pasar pun rencananya akan dilakukan mereka di beberapa wilayah lain di Kota Pontianak. “Sekali lagi kami mengimbau masyarakat untuk membeli di pangkalan karena dijual sesuai HET,” pesan Weddy.

Ia pun berjanji akan mengawasi agen dan pangkalan agar selektif dalam melayani masyarakat yang berhak. “Sudah ada pangkalan yang dikenakan sanksi karena menyalahi aturan,” kata Weddy.

Dia juga berharap agar masyarakat melapor jika ada pangkalan yang bermain atau menyalahi aturan. Masyarakat, menurutnya, bisa mengambil gambar atau memvideokan kejanggalan tersebut, sehingga pihaknya bisa memberikan sanksi tegas kepada yang menyalahi aturan itu.

“Pertamina dalam hal ini membutuhkan partisipasi masyarakat dalam upaya peningkatan pelayanan dan distribusi elpiji di lapangan,” ucapnya. (*)

loading...