Tekan Angka Stunting Hingga 10 Persen

Wakil Presiden Ma’ruf Amin

JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan dalam sepuluh tahun terakhir pemerintah Indonesia bersama berbagai pihak berupaya mengatasi persoalan gizi. Hasilnya cukup baik. Yaitu mampu menekan angka gagal tumbuh atau stunting dan kasus kurang gizi (wasting).

Keterangan itu dia sampaikan dalam arahannya pada puncak acara Scaling Up Nutrition (SUN) Annual Meeting 2021 bertema Satu Dekade Melangkah Bersama di Jakarta Selasa (23/11). Dalam kesempatan itu Ma’ruf menyampaikan sepuluh tahun terakhir upaya peningkatan nutrisi berhasil menekan angka stunting hampir 10 persen. ’’Sementara penurunan prevalensi wasting mendekati lima persen,’’ katanya.

Ma’ruf menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program peningkatan nutrisi tersebut. Khususnya yang tergabung dalam SUN Movement. Dia menegaskan peningkatan nutrisi bukan hanya komitmen pemerintah Indonesia. Tetapi keterlibatan seluruh mitra mulai dari mitra pembangunan, dunia usaha, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, serta organisasi profesi.

Dia menyampaikan ke depan upaya peningkatan nutrisi harus terus digencarkan. Sebab untuk mengejar capaian percepatan perbaikan gizi, masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Di antaranya adalah angka atau prevalensi stunting yang masih 27,67 persen. Kemudian angka atau prevalensi kurang gizi (wasting) juga masih 7,44 persen.

’’Kita hanya mempunyai waktu sekitar dua tahun untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting dan wasting sesuai target RPJMN 2020-2024,’’ tuturnya.

Ma’ruf juga menyampaikan selain persoalan gizi kurang, saat ini Indonesia juga mengalami peningkatan kasus degeneratif seperti stroke, jantung, kanker, dan diabetes. Penyakit ini di antaranya disebabkan pola konsumsi dengan gizi lebih serta tidak seimbang.

Dalam kesempatan yang sama Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan pemerintah memiliki komitmen menekan prevalensi stunting di angka 14 persen pada 2024. Dia mengakui pencapaian target tersebut tidak mudah. Sebab Indonesia menghadapi masalah kekurangan serta kelebihan gizi sekaligus.

Tetapi dia optimistis dengan kerjasama lintas sektor, target menekan angka stunting itu bisa dikejar. ’’Harapannya melalui kegiatan SUN Annual Meeting 2021 ini dapat menghasilkan langkah-langkah strategis untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas SDM yang unggul dan berdaya saing,’’ tuturnya.

Untuk diketahui SUN merupakan program tingkat global di bawah Sekretaris Jenderal PBB. Koordinator gerakan SUN tingkat global Gerda Verburg memberikan apresiasi terhadap komitmen pemerintah Indonesia untuk mempercepat perbaikan gizi. ’’Indonesia termasuk negara yang pertama-tama bergabung dengan gerakan Scaling Up Nutrition,’’ katanya.

Di Kalbar sendiri, tingginya angka stunting masih menjadi permasalahan. Menurut data BKKBN 2021, kasus stunting di provinsi ini cukup tinggi, yaitu 22,15%. Dari total 14 kabupten/kota,  ada sembilan kabupaten/kota yang menjadi prioritas penanganan kasus stunting. Kesembilan kabupaten/kota  tersebut meliputi Kubu Raya,  Mempawah, Singkawang, Sambas, Sintang, Kapuas Hulu,  Melawi, Ketapang dan Kayong Utara.(jp)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!