Teknik Mesin Politap Gelar PKM

PKM: Kegiatan PKM Prodi Perawatan dan Perbaikan Mesin Politeknik Negeri Ketapang di Masjid Baitussalam, Dalong, Kelurahan Sukaharja, Ketapang pada Jumat (26/6) kemarin. ISTIMEWA

Cegah Covid-19

Prodi Perawatan dan Perbaikan Mesin Politeknik Negeri Ketapang kembali melaksanakan  Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berlangsung pada Jumat (26/6) di Masjid Baitussalam, Dalong, Kelurahan Sukaharja, Ketapang. Kegiatan berupa penyemprotan disinfektan pada tempat ibadah tersebut sebagai bentuk upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19 yang masih menjadi momok bagi masyarakat.

Dalam penyebarannya, diketahui Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet) dan bukan melalului udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan orang positif Covid-19.

Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur dengan menggunakan sabun dan air bersih, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapapun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapapun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Selain itu, untuk mencegah penyebaran Covid-19 akibat droplet yang menempel pada permukaan benda dapat dilakukan dengan disinfeksi lingkungan, khususnya di tempat-tempat umum yang banyak dilalui oleh orang apalagi di Kabupaten Ketapang yang termasuk zona merah penyebaran Covid-19.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Epriyandi menjelaskan bahwa tujuan kegiatan desinfeksi ini adalah untuk menekan penyebaran Covid-19 di tempat ibadah yang digunakan oleh masyarakat. “Adapun bagian yang dikenakan desinfektan di rumah ibadah/ masjid antara lain bagian yang sering bersentuhan dengan tangan, seperti pegangan pintu, saklar lampu, wastafel, kran air, lantai, kaca, dan bagian lain dengan modifikasi nozzle,” ungkapnya.

Dalam tim yang beranggotakan Betti Ses Eka Polonia, Helanianto, Yusuf, Asep Ruchiyat, Muh. Anhar, Hairian Rahmadi, dan Ismael Marjuki berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Semua pihak wajib bekerjasama demi mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas dan menambah korban,” pungkasnya. (*/ser)