Tempat Usaha Dibuka Bertahap

BERSAMA: Suasana rapat sebelum dikeluarkannya surat edaran pembukaan aktivitas usaha warkop, rumah makan, restoran dan hotel di Kantor Wali Kota Pontianak, kemarin. Pemkot

PONTIANAK-Menuju new normal, Pemerintah Kota Pontianak mulai melakukan pembukaan usaha-usaha, dimulai dari warung kopi, rumah makan, restoran dan hotel. Di tengah pandemi covid-19, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono punn berpesan kepada pelaku usaha untuk mengikuti aturan protokol kesehatan yang telah tertuang melalui Surat Edaran yang ia keluarkan. Sambil aturan tersebut berjalan, Pemkot Pontianak juga tengah menyusun protokol kesehatan buat pembukaan fasilitas umum dan bioskop, karaoke dan tempat olahraga.

“Secara bertahap tempat usaha mulai dibuka kembali. Ditahap awal pembukaan usaha dimulai dari usaha warung kopi, rumah makan, restoran dan hotel. Agar jalannya protokol kesehatan bisa maksimal di lapangan, kami akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaku usaha yang sudah beroperasi. Saya minta mereka melakukan inovasi sesuai protokol Kesehatan,” kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Rabu (10/6).

Dirinya menyebutkan pemerintah Kota Pontianak telah memberikan surat edaran yang sudah sangat lengkap. Sekarang tinggal pelaksanaan surat edaran tersebut dilapangan. Karena jika aturan tersebut tidak dijalankan, dirasa bisa kebabalasan. Ini yang harus diantisipasi. Edi menyampaikan jika masyarakat terlampau kebablasan maka hal yang sudah dilakukan selama tiga bulan akan menjadi sia-sia dan tidak memberikan hasil.  Kemudian terkait pajak saat ini Pemkot Pontianak tengah melakukan pengkajian.

Sempat beberapa waktu lalu, dirinya memang memberi keringanan pajak bagi pelaku usaha. Ke depan pemberian keringanan pajak akan dilakukan dengan melihat tempat usaha tersebut beroperasi.

Dia melanjutkan, terkait pelaksanaan pesta pernikahan yang biasa dilakukan pada hotel-hotel. Saat ini Pemerintah Kota Pontianak tengah melakukan penyusunan protokol kesehatannya. “Termasuk pada bioskop, tempat olahraga, taman-taman, mudah-mudahan awal Juli itu paling lama,” katanya.

Ia menambahkan untuk kebijakan kewajiban melaksanakan rapid test bagi pelaku usaha diharapkan ada kreativitas dan inovasi untuk melakukan kerjasama. Bagi pelaku yang sudah melakukan rapid test secara mandiri sangat diapresiasi. Hal tersebut guna menjaga keselamatan bersama. Di tempat sama Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin mengatakan terkait kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah tentu memiliki dampak strategis di lapangan. Sehingga pihak kepolisian harus menyesuaikan dinamika operasional di lapangan.

Dirinya menyebut satuan tugas yang ada di lapangan akan memiliki beban lebih berat. Mengingat aktivitas masyarakat yang membutuhkan pengawasan sangat banyak. “Masyarakat harus betul-betul memahami makna dari new normal itu apa, jangan hanya normalnya saja tapi ada newnya disana,” katanya.

Ia menjelaskan masyarakat harus membiasakan diri dengan pola kehidupan baru. Kebiasaan yang mengedepankan protokol kesehatan. Sehingga memerlukan pola pengawasan personil yang cukup banyak. Dikatakannya sebagaimana Kapolri dan Panglima TNI. Bahwa TNI dan Polri siap diterjunkan untuk mendisiplinkan masyarakat. Seperti surat edaran Wali Kota Pontianak yang telah dikeluarkan sekarang, tinggal pemantauan di lapangan. “Para pelaku usaha mereka betul-betul mematuhi atau tidak, jika tidak tentu ada sanksi yang diterapkan,” tegasnya.

Bagi pihak yang tidak mematuhi Surat Edaran Wali Kota Pontianak akan dilakukan penindakan. Mulai dari terguran hingga penutupan sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Upaya ini adalah upaya bersama baik pelaku usaha, masyarakat atau konsumen untuk patuh terhadap aturan. Ia berharap kerjasama dari seluruh pihak baik petugas, pelaku usaha, dan masyarakat. Untuk sama-sama menjadi bagian dalam upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi covid-19.

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendukung langkah Pemkot Pontianak yang mengeluarkan surat edaran tentang pembukaan kembali tempat-tempat usaha dengan menerapkan protokol Kesehatan. “Kita mendukung yang telah dilakukan Pemerintah Kota Pontianak,” katanya. Ia juga menjelaskan sejumlah panduan yang terlampir di dalam surat edaran dirasa sudah jelas. Mulai dari kewajiban yang harus dilakukan, hingga sanksi serta laranganya. “Kami bersama seluruh anggota DPRD di Kota Pontianak tentu juga akan ikut mengawasi penerapanya,” ujarnya

Dirinya juga sangat mengharapkan komitmen dari para pelaku usaha hotel, restoran, warung kopi dan cafe di Pontianak untuk ikut bersama-sama menjalankan seluruh pedoman new normal dengan sebaik-baiknya. Oleh karenanya dibutuhkan kerjasama dari semua pihak. Penerapan new normal yang dilakukan juga lebih cepat dari perkiraan. Awalnya new normal baru dilaksanakan Juli mendatang. “Kita bersyukur bisa diterapkan di Juni ini. Setelah berjalan hendaknya semua masyarakat a menjalankan protokol kesehatan agar serangan covid gelombang ke dua bisa ditekan,” tandasnya.(iza)

loading...