Temuan Bayi dalam Kardus Sampah, Sudah Ada Warga Yang Adopsi

DIOBSERVASI: Setelah ditemukan warga, bayi langsung dibawa ke Puskesmas Sungai Pinyuh. Bayi perempuan itu sempat menjalani observasi selama 3 jam.Istimewa

MEMPAWAH – Warga Desa Sungai Bakau Besar Darat (SBBD), Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah dihebohkan dengan kasus temuan bayi, (21/9) sekitar pukul 05.00 WIB di RT 11/RW 06, Dusun Simpang Empat. Bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu pertama kali ditemukan dalam kardus sampah di depan warung.

Bayi malang ini pertama kali ditemukan oleh Asnah (52), seorang pedagang makanan warga Dusun Simpang Empat, Desa Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh. Wanita yang akrab disapa Mak Long Na ini menceritakan perihal temuan tersebut.  “Seperti biasanya usai salat subuh, saya berangkat dari rumah menuju ke warung untuk berjualan sarapan seperti nasi kuning, bubur dan lainnya,” kata Asnah ditemui dikediamannya.

Lantaran jarak antara rumah dan warung yang tak begitu jauh membuat Asnah tak butuh waktu lama untuk tiba di tempat usahanya itu. Setibanya di depan warung, Asnah mendengar suara dengusan dari dalam  kardus sampah yang terletak di depan warungnya.  “Ketika mau membuka pintu warung, saya mendengar suara bedengus. Awalnya saya berfikir suara hewan kucing atau ular didalam kardus sampah. Saya tak berani mendekatinya karena khawatir dan takut,” ucapnya.

Lantas, Asnah meminta bantuan warga yang melintas di sekitar warungnya. Namun, warga tersebut tak berani melihat isi dalam kardus tersebut. Kemudian, Asnah pun meminta bantuan kerabatnya yang berada di sekitar lokasi temuan bayi itu.  “Lalu saya minta bantuan pak mude untuk membuka kardus sampah itu. Dan ketika kardus diangkat ternyata didalamnya ada bayi. Gemetaran badan saya melihat ada bayi dalam kardus itu,” akunya.

Pertama kali ditemukan, imbuh Asnah, bayi dalam posisi terlungkup dan ditimbun sampah di dalam kardus. Bahkan, ari-ari bayi tak berdosa itu masih lengkap dan diletakkan di bawah bagian wajah.  “Ari-ari masih menempel dan tubuh bayi masih berdarah. Kemungkinan bayi ini baru dilahirkan dan langsung dibuang oleh orang tuanya,” terka Asnah.

Tak pelak, kasus temuan bayi tersebut mengejutkan Asnah dan warga lainnya yang berada di TKP. Kabar tentang keberadaan bayi di dalam kardus sampah pun menyebar luas di kalangan masyarakat Desa Bakau Besar Darat dan sekitarnya. Kades Bakau Besar Darat, Ahmad membenarkan adanya kasus temuan bayi di masyarakatnya. Dia mengatakan, bayi itu ditemukan dalam kondisi hidup dan sedang dalam perawatan di Puskesmas Sungai Pinyuh.  “Memang benar ada temuan bayi di depan warung milik Long Na (sapaan akrab Asnah). Bayinya masih hidup dan sekarang  sedang dirawat di Puskesmas Sungai Pinyuh,” terang Ahmad membenarkan temuan tersebut.

Setelah ditemukan warga, bayi langsung dibawa ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk mendapatkan penanganan dan perawatan. Melewati proses observasi selama 3 jam, bayi tersebut diketahui memiliki berat badan 2,3 kg, panjang badan 45 cm dengan lingkar kepala 31 cm.  “Rencana saya yang akan mengadopsi bayi ini. Saya kasi nama Rizki Afifah Putri. Bayinya cantik dan lucu. Pasti akan saya rawat dengan baik layaknya anak sendiri,” ucap Amriah, warga RT 11/RW 06, Desa Sungai Bakau Besar Darat ditemui di Puskesmas Sungai Pinyuh.

Ibu empat anak ini menceritakan pertama kali mengetahui kabar temuan bayi dalam kardus sampah dilingkungannya itu dari anaknya. Saat itu, dirinya sedang bersiap-siap pergi ke pasar untuk berbelanja.  “Awalnya mau belanja ke pasar. Lalu, anak memberitahukan ada warga menemukan bayi dibuang dalam kardus. Lalu, saya datangi lokasi temuan dan melihat warga sudah cukup ramai namun tidak ada yang berani menyentuhnya,” kenang Amriah. (wah)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!