Temuan Positif Covid Warga Pontianak Dekati 500

PONTIANAK-Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan, jumlah temuan kasus positif covid-19 berdasarkan datanya terus bertambah. Hingga saat ini, temuan positif covid sudah mendekati 500 kasus.

“Temuan kasus positif karena transmisi virus semakin cepat. Dalam upayanya kami telah melakukan tes swab (uji usap) baik oleh masyarakat secara mandiri maupun pemerintah,” kata Sidiq Handanu, Jumat (23/10).

Dalam upaya melacak virus covid-19 tindakan uji usap menjadi pilihan yang diambil Pemkot Pontianak. Pemerintah juga terbantu adanya fasilitas kesehatan swasta yang menyediakan jasa uji usap. Tercatat ada empat laboratorium swasta yang berfungsi dengan sehari bisa melayani 200 sampel.

Dirinya menyampaikan dari sisi jumlah uji usap di Kota Pontianak telah melebihi target yang ditetapkan badan kesehatan dunia maupun Gubernur. Berdasarkan uji usap yang dilakukanpun ditemukan jumlah kasus lumayan banyak. Adanya temuan ini harus menjadi kewaspadaan semua pihak.

“Jika dilihat, penyebaran virus dibandingkan gelombang pertama jelas lebih cepat dan gaya virulensinya lebih tinggi, sehingga mengakibatkan angka kematian juga tinggi,” jelasnya.

Sidiq menjelaskan berdasarkan kebijakan dari pemerintah pusat, uji usap hanya dilakukan pada masyarakat berkategori suspek. Yakni yang telah memiliki gejala sakit dan ada riwayat kontak dengan penderita positif atau baru melaksanakan perjalanan dari luar daerah.

Dikatakannya untuk masyarakat yang sehat dan tidak memiliki gejala meskipun kontak erat tidak perlu melakukan uji usap. Cukup dengan melakukan isolasi mandiri dan terus menerapkan protokol kesehatan. Dengan menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker.

“Kita mengurangi volume atau jumlah swab yang dilakukan, jadi swab di fokuskan hanya kepada pasien di rumah sakit, karena pasien di rumah sakit sekarang jumlahnya juga meningkat,” katanya.

Sidiq menuturkan di rumah sakit Kota Pontianak saat ini sudah ada lebih dari 160 pasien yang dirawat inap. Kemudian untuk pasien yang di rawat di Rusunawa sebanyak 31 orang. Sehingga secara total ada hampir 200 orang yang menjalani isolasi di rusunawa dan rumah sakit.

“Angka ini cukup banyak, oleh karena itu fokus swab pada mereka yang prioritas terlebih dahulu,” katanya.

Dirinya menyampaikan pelayanan rumah sakit pasti memiliki batas. Terutama terkait sumber daya manusia diantaranya dokter spesialis, perawat yang terlatih tidak bisa di adakan secara instan.

Sehingga upaya pencegahan agar tidak sampai pelayanan rumah sakit kolaps. Maka harus dimulai dengan upaya preventif dan promotif. Pihaknya selalu menghimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan sosial berbasis komunitas.

“Jadi masing-masing komunitas baik itu perkantoran, tempat kerja, tempat usaha harus tetap menjalankan protokol kesehatan, semua orang yang terlibat harus menggunakan masker, kemudian lakukan jaga jarak,” ungkapnya.

Dikatakannya jika upaya preventif dan promotif tidak dilaksanakan dengan baik maka perkembangan kasus Covid-19 akan melonjak tajam. Sehingga berakibat pada lonjakan kasus yang tajam. Maka fasilitas kesehatan di rumah sakit akan kolaps.

Dirinya menyampaikan pemerintah Kota Pontianak terus mengupayakan pengoptimalan Rusunawa. Lalu membuka rawat jalan khusus bagi penderita Covid-19 di Puskesmas Karya Mulia di Jalan Ampera.

“Kita menyadari penderita OTG yang melakukan isolasi mandiri di rumah juga perlu konsultasi, pemeriksaan dan obat-obatan,” tandasnya. (iza)

 

error: Content is protected !!