Tenny; Ketersediaan Alkon di Faskes Pontianak Dipastikan Tercukupi

PONTIANAK-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kalimantan Barat, Tenny Calvenny Soriton melakukan pengecekan alat kontrasepsi yang ada di Kota Pontianak. Pengecekan dilakukan sebagai antisipasi agar stok alkon tetap tersedia disaat Kalbar dalam penanganan pencegahan covid-19.

“Kedatangan saya ke Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pontianak, guna melakukan koordinasi dengan kepala dinasnya. Di sini saya juga melakukan pengecekan stok alkon,” kata Kepala BKKBN Kalbar, Tenny Calvenny Soriton kepada Pontianak Post, Senin (13/4).

Pengecekannya langsung ia lakukan dengan melihat tempat persediaan alkon yang ada di gudang. Setelah dipantau, Tenny memandang persediaan alkon buat disebarkan ke fasilitas kesehatan Kota Pontianak masih mencukupi.

Dia mengatakan ketersediaan alkon dimasa covid-19 dipastikan dia harus tersedia dan tercukupi disemua kabupaten kota di Kalbar. Untuk di Pontianak dari penjelasan kepala dinasnya, stok alkon masih aman. Agar tidak terjadi kekosongan stok, ia meminta kadisnya segera melapor apabila stoknya mau habis. Dengan demikian pihaknya bisa mendistribusikan alkon tersebut secepatnya.

Kedatangannya ke sana juga sekaligus melakukan koordinasi tentang pelayanan KB. Meski dilanda covid-19 namun pesannya, semua pelayanan harus tetap berjalan dengan baik. Karena ini juga menjadi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pontianak, Darmanely mengatakan untuk stok alkon di gudang sejauh ini masih mencukupi.

Buat pelayanan PLKB kepada masyarakat dimasa covid-19 sejauh ini juga tidak menemukan kendala. Pasalnya semua wilayah yang ada di Kota Pontianak memiliki petugas KB dan lokasinya mudah dijangkau.

Pemahaman masyarakat Kota Pontianak tentang KB juga sudah semakin baik. Apalagi untuk pelayanan KB di Puskesmas juga digratiskan. Artinya sudah tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak ber KB.(iza)