Terapkan Penguatan Ketahanan Pangan

MASUKAN : Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mendengarkan masukan dari masyarakat di kecamatan Sungai Kakap berkaitan dengan penguatan Ketahanan Pangan.

SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menilai penguatan ketahanan pangan penting dilakukan. Kata dia di tengah pandemi Covid-19  yang masih terjadi hingga hari ini membuktikan bahwa kebutuhan pangan merupakan hal utama yang harus terus dipenuhi.

Muda pun mengajak masyarakatnya untuk sama-sama terus memperkuat ketahanan pangan. Karena  tidak hanya menjaga kehidupan terus berlanjut, kata Muda, pangan juga menjadi sektor yang tidak terpengaruh dengan adanya pandemi. bahkan kebutuhan akan pangan justru meningkat.

“Daerah yang luas lahan pangannya dan subur tidak akan pernah ‘habis’. Coba kalau hasil tambang seperti nikel, tembaga, batubara, ada Covid-19 ini tidak bisa menghasilkan. Ini bukti bahwa pangan menjadi panglima,” ucap Muda Mahendrawan, Rabu (10/6) di Sungai Kakap.

Muda melihat, i kondisi krisis akibat pandemi membawa hikmah. Yaitu membuat semua pihak berpikir bahwa pangan merupakan yang utama. Sehingga tidak boleh dilupakan alih-alih ditinggalkan. Terlebih kondisi pandemi menyebabkan kebutuhan terhadap sumber pangan meningkat drastis. Karena itu, dirinya mengingatkan untuk terus menjaga karakter sebagai negara dan daerah yang berbasis pangan.

“Sejak dulu kita selalu mengencangkan pikiran-pikiran dan tekad untuk memperkuat Kubu Raya ini sebagai benteng pertahanan pangan Kalimantan Barat. Karena apa? Kita tahu sekarang padi dan beberapa komoditas pangan masih bersumber dari luar. Nah, adanya pandemi membuat daerah sumber pangan tersebut juga menahan komoditasnya pangannya keluar daerah,” paparnya.

Bupati Kubu Raya ini juga mengingatkan pentingnya menguatkan sumber pangan daerah. Agar tidak terjadi kekurangan ketika dibutuhkan. Dia berpesan supaya masyarakat tidak terlena dengan berlimpahnya stok pangan saat ini. Sebab kebutuhan akan pangan selalu ada bahkan meningkat dari waktu ke waktu.

“Nah, kalau kita tidak kuatkan sumber di sini, maka kita akan kekurangan nantinya. Makanya walaupun sekarang lagi berlimpah, tapi berjalannya waktu tidak terasa. Karena itu kita harus ada percepatan penanaman. Maka mohon dipercepat untuk tanam gadu ini. Kenapa? Karena kita memikirkan jangan sampai terjadi kekurangan,” terangnya.

Muda menilai daerah yang sejatinya kaya adalah daerah yang penuh sumber pangan. Termasuk memiliki potensi perairan. Karena itu, dirinya mengingatkan semua pihak untuk selalu menjaga berbagai potensi tersebut.

“Daerah yang kaya itu sebetulnya daerah yang penuh pangan. Baik padi, jagung, sayur mayur, umbi-umbian, dan sebagainya, termasuk sungai yang tidak pernah habis ikannya, udangnya, dan semua di dalamnya. Tidak pernah habis asal kita mau merawatnya,” pungkasnya. (ash)

loading...