Terapkan Protokol Kesehatan dalam Penyaluran Bantuan

PONTIANAK – General Manager Program Dompet Ummat Kalimantan Barat Nurhayati mengatakan pihaknya menerapkan protokol kesehatan dalam penyaluran program bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia melanjutkan petugas yang turun mengantarkan bantuan tetap menggunakan alat pelindung diri (APD), berupa masker, pelindung wajah hingga sarung tangan sekali pakai.

“Bahkan untuk supir ambulance kami juga dilengkapi dengan pakaian khusus dan setiap pemakaian ambulance pun langsung dibersihkan dengan disinfektan,” kata Nurhayati di Pontianak, kemarin.

Ia mengatakan penetapan protokol kesehatan sudah dilakukan sebelum pandemi Covid-19.

“Cuma sekarang ditingkatkan lagi. Dulu belum pakai pelindung wajah, sekarang digunakan. Untuk masker, sarung tangan sekali pakai, baju pelindung, handsanitizer dan penyemprotan ambulan sudah dilakukan sejak lama,” jelas Nurhayati.

Nurhayati menambahkan penetapan protokol kesehatan harus dimaksimal. Apalagi saat ini catatan kasus terkonfirmasi positif semakin meningkat.

“Masyarakat yang datang ke kantor pun, dalam pengajuan bantuan kami juga mewajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan serta masuk ke dalam bilik disinfektan,” kata Nurhayati.

“Penerapan ini, bagian dari upaya untuk pengendalian dan memutuskan mata rantai penyebaran kasus Covid-19,” tambah Nurhayati.

Ia melanjutkan sejumlah program dimaksimalkan selama pandemi. Hal ini karena banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi di masa pandemi. Pihaknya juga memberikan bantuan untuk pelaku UMKM.

“Bantuan untuk menstimulus ekonomi masyarakat terdampak, agar tetap bertahan di masa pandemi Covid-19,” kata dia.

Selain itupun bantuan bagi masyarakat tidak mampu tetap disalurkan. Jumlah masyarakat yang mengajukan bantuan terus bertambah.

“Kami memberikan tentu dengan proses yang selektif, agar tidak salah sasarana. Jika memenuhi kriteria tentu akan mendapatkan bantuan,” kata dia.

Sementara itu bantuan bulanan yang memang rutinitas bagi masyarakat tidak mampu tetap disalurkan. Bantuan itu berupa bahan pokok dan uang santunan bagi masyarakat yang menjadi penerima manfaat dari Dompet Ummat.

Begitu juga dengan bantuan pendidikan yang disalurkan. Tahun ini bantuan untuk pelajar yang tidak mampu tetap berjalan baik yang sifatnya regular atau program tahunan.

“Ada namanya bantuan pintar dan setiap bulan ada masyarakat yang mengajukan. Seperti bantuan tunggakan SPP, biaya masuk sekolah dan lain-lain. Ada juga program beasiswa dan itu berlangsung selama satu tahun,” kata Nurhayati.

Ia menambahkan dalam setiap penyaluran pun pihaknya juga ikut mensosialisasikan ke masyarakat penerima manfaat untuk menaati protokol kesehatan. Antara lain memakai masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak. (mse)

error: Content is protected !!