Terdeteksi Stadium Tiga, Masih Empat Kali Kemoterapi

KANKER: Nurmisnawati, pengidap kanker payudara stadium tiga. ISTIMEWA

Nurmisnawati; Idap Kanker Payudara

Kurangnya informasi tentang kanker payudara membuat Nurmisnawati terlambat melakukan pemeriksaan dini. Awal tahun 2019, Nurmisnawati mengalami keluhan di bagian payudaranya. Setelah diperiksa, diketahui kankernya sudah memasuki stadium tiga.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

NURMISNAWATI awalnya hanya merasakan  gatal dibagian kanan payudaranya. Dia menyangka itu hanya gatal biasa. Lama kelamaan, kondisi semakin parah dengan munculnya rasa sakit.  Tidak hanya itu saja, wanita 34 tahun ini juga merasa ada benjolan dan perubahan tekstur pada kulitnya yang mulai mengeras.

Merasakan gejala yang tidak biasa, Nurmisnawati memeriksakan diri ke dokter, dan hasilnya pemeriksaan ibu dua anak ini menderita kanker payudara.

“Asal mula itu cuma gatal-galat saja, kemudian ada benjolan lama-lama makin besar,” ungkap Hendra, suami Nurmisnawati.

Dari hari ke hari, benjolan semakin membesar. Bahkan  lima kali lipat melebihi ukuran payudarnya aslinya. Payudaranya yang semakin membesar itu memerah, dan semakin terasa sakit. Saat menjalani pengobatan, payudara itu kemudian pecah, menimbulkan luka parah dan rasa sakit yang hebat. Bermodal uang seadanya, pihak keluarga membawa Nurmisnawati di rumah sakit kanker di Jakarta.

“Waktu dirujuk ke Jakarta itu sudah pecah,” ungkap warga Jalan Nirbaya, Gang Mentari ini.

Proses kemoterapi awal sukses dilakukan. Dari dua kali kemoterapi tersebut, Nurmisnawati sedikit membaik. Meskipun dampaknya menyebabkan rambut rontok. Efek dari kemoterapi itu membuat kondisi tubuhnya lebih lemah. Namun, Hendra bersyukur kondisi sang istri lebih kuat dari sebelumnya.

Kini, perjuangan Nurmisnawati untuk sembuh dari serangkan kanker itu masih terus berlanjut. Masih ada empat kali kemoterapi yang mesti dilakukan. Biaya pengobatan di Jakarta tidaklah sedikit. Terutama biaya kebutuhan sehari-hari. Sedangkan sang suami hanya bekerja serabutan, dan harus memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk dua orang anaknya masih masih berusia 10 tahun dan 11 tahun.

Pontianak Post, melalui Program Dompet Simpatik, mengajak para pembaca dan donatur untuk membantu biaya pengobatan Nurmisnawati.

Kanker payudara yang dideritanya, menyebabkan aktivitasnya terbatas. Lebih banyak terbaring di tempat tidur. Belum lagi menahan rasa sakit saat kemoterapi dan pascakemoterapi. Penggalangan dana akan dilakukan mulai Februari mendatang.(*)

 

Read Previous

Buru Pengemplang Pajak Kalbar

Read Next

Pendarahan Otak, Pelaku Penusukan Meninggal Dunia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *