Terima Kasih Kepala Dinkes kepada Satgas Covid-19 Kalbar

Bambang Suberkah

SUKADANA – Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara Bambang Suberkah, menyampaikan terima kasih kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kalimantan Barat (Kalbar), Kota Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya, yang telah melaksanakan tes usap (swab) dan atau tes cepat (rapid) antigen terhadap penumpang angkutan air yang datang dari Kabupaten Kayong Utara.

“Terima kasih artinya sudah membantu men-tracking masyarakat Kayong Utara. Tetapi alangkah baiknya juga berlakukan terhadap kabupaten lain. Justru Kayong Utara ini tidak banyak kasus, justru yang banyak masuk itu orang-orang dari Jawa, dari Jakarta, datang naik pesawat itu jak diurus, pelabuhan itu, tempat masuk dari luar itu kan harusnya di-swab,” kata Bambang, saat dihubungi Pontianak Post melalui sambungan telepon, Jumat (22/1).

Dia mempertanyakan, untuk daerah-daerah yang terdapat cukup banyak warga yang positif Covid-19 seperti Sambas, Sintang, dan lainnya, tidak diberlakukan hal yang sama saat masuk ke Kota Pontianak. “Kenapa daerah lain nggak di-swab masuk ke Pontianak. Ini saya nggak tahu, marahnya ke siapa,” ungkapnya.

Bambang menyarankan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kalimantan Barat agar dapat lebih fokus kepada pendatang dari luar Kalbar, yang datang dengan jalur udara maupun air. “Terutama sebetulnya harusnya Provinsi fokus kepada pendatang dari luar Pontianak, bukan warga Kalbar, dari Jawa dari mana gitu bah,” sindirnya.

Karena, lanjut Bambang, untuk yang masuk dari Bandara atau pun Pelabuhan, jika dilakukan hal yang sama, akan lebih melindungi masyarakat Kalbar. “Yang masuknya lewat Bandara atau Pelabuhan, mungkin itu lebih bermanfaat fokuskan disitu, sehingga melindungi mayarakat Kalbar keseluruhan,” sarannya.

Sedangkan untuk di Kayong Utara, pihaknya sudah membuat SOP, dan akan kembali mengaktifkan Posko Covid-19 dan akan melakukan rapid test antigen. “Kita sudah bikin SOP, dan kita akan mengaktifkan posko Covid kita, jadi kita nanti dalam posko Covid itu tidak hanya periksa temperatur saja tidak. Tetapi kita lakukan swab antigen,” tegasnya.

Sementar itu, untuk saat ini Kayong Utara, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 terbilang sedikit, jika dibanding dengan daerah lain. Harusnya, kata Bambang, apa yang dilakukan Satgas Covid-19 Kalimantan Barat juga diberlakukan kepada daerah lain.

“Kalau mau adil juga dilakukan hal yang sama. Ini sebenarnya rasa marah karena Kayong ini tidak memenuhi jumlah pengiriman sampel swab. Untuk kasus Covid-19 paling sedikit. Yang Sintang, Sambas, Ketapang, malah lebih banyak dari kita,” kata dia.

Untuk penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Kayong Utara, pihaknya berpedoman kepada buku panduan dari Kementerian dan tidak dilakukan sembarangan. “Terus kita juga ada buku petunjuk penanganan Covid, dan Kayong sudah melaksanakan sesuai dengan buku petunjuk pedoman dikeluarkan oleh Kementerian, tidak sembarangan. Tetapi kita berusaha juga memenuhi apa yang diminta Pak Gubenur,” tambah Bambang.

Bambang menjelaskan, untuk hasil swab dilakukan dengan targetnya 200 hasil swab perminggu. Sedangkan SOP dari Kementerian, diakui dia, hanya susfect. ” Jadi nggak tentu. Sedangkan dari WHO 1 perseribu penduduk. Berarti hanya 127 orang,” singkatnya.

Selanjutnya, kata Bambang, untuk kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten ini hanya ada lima orang, dan semua tanpa gejala serta sudah dilakukan isolasi. “Kalau untuk kasus positif Covid ada lima kasus, semua isolasi, semua tidak bergejala,” jelasnya.

Bambang melanjutkan, mengenai Kayong Utara akan melakukan swab antigen bagi pendatang yang baru saja tiba bisa dilakukan, apa lagi itu masuk dalam aturan.

“Jadi begini SOP saya kalau yang datang ke Kayong, ada orang Kayong dan bukan orang Kayong, yang bukan orang Kayong ada yang bermalam di Kayong ada yang langsung cabut ke Ketapang. Ada juga yang punya urusan di Kayong orang ketapang itu. Yang bermalam inilah kita swab antigen,” jelas Bambang.

Berkaitan dengan hal ini, Bambang berpesan agar dapat mengikuti kebijakan yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kalimantan Barat. Karena untuk di Kayong Utara sendiri, diakui dia, susah melakukan pengamanan, di antaranya dengan melakukan swab.

“Bagaimana kita mau melawan kebijakan dari Provinsi, saya mengantisipasi sudah melakukan pengamanan bagi warga kita yang mau ke Pontianak di swab di sini (Kayong Utara) kalau negatif baru boleh ke Pontianak. Tetapi ternyata kebijakan itu bukan Dishub (Dinas Perhubungan) sini yang mengeluarin, Itu Provinsi. Nah, sekarang itu Provinsi bebas dia mau ngapain juga,” protesnya.

Sementara itu, untuk diketahui Satgas Covid-19 Kalbar melakukan hal tersebut untuk membantu penanggulangan Covid-19 di daerah tersebut, karena dinilai kurang melakukan tracking, testing, dan treatment. Pelaku perjalanan yang bakal dites adalah para penumpang kapal motor dan longboat yang melayani rute Teluk Batang – Pontianak, Sukadana – Pontianak, Dusun – Pontianak, atau Teluk Batang – Rasau Jaya. Termasuk rute Teluk Melano – Rasau Jaya, Durian Sebatang – Rasau Jaya dan Dusun – Rasau Jaya. (dan)

error: Content is protected !!