Terinspirasi dari Karhutla, Cyndika Juarai Desain Fashion

corak insang

Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menyerahkan piala dan hadiah kepada juara 1 pemenang Pontianak Fashion Design Corak Insang Competition 2019.

Pontianak Fashion Design Corak Insang Competition 2019 Didominasi Desainer Muda

PONTIANAK-Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kalimantan beberapa waktu lalu, menjadi inspirasi desainer muda, Cyndika Verona (17) menuangkan idenya dalam sebuah karya fashion. Bertemakan Miss The Rain, berhasil mengantarkan siswi Kelas XII SMK 5 ini meraih juara pertama dalam Pontianak Fashion Design Corak Insang Competition 2019 di Halaman Parkir A Yani Mega Mall, Minggu (20/10) malam.

Cindyka menuturkan, karya yang ditampilkan pada kompetisi ini terinspirasi bencana kabut asap yang sempat menyelimuti Kota Pontianak beberapa waktu lalu. Dimana pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi karhutla dengan memadamkan lokasi kebakaran lahan. Namun semua itu belum juga tuntas. “Maka dari itu, semua mahluk hidup merindukan turunnya hujan agar bencana itu segera teratasi. Dari situlah muncul ide saya dengan mengusung tema Miss The Rain atau Merindukan Hujan,” jelasnya.

Ia menambahkan, busana karyanya yang diperagakan sepasang model pria dan wanita bergaya casual bersiluet. Warna yang mendominasi adalah biru, abu-abu, krem, putih tulang dan hitam. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar sepuluh hari. “Bahan variasi tenun, drill dan katun,” terang gadis yang sebelumnya pernah mengikuti lomba serupa dan meraih juara dua.

Dia mengaku, tantangan yang dihadapi dirinya sebagai desainer muda adalah bagaimana mendesain busana yang tidak umum dan berbeda dari yang lain. “Karena itu saya bertekad bagaimana menciptakan karya sekreatif mungkin sehingga menjadi sebuah karya terbaik,” ucap Cyndika.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian kepada para desainer lokal dengan memberikan ruang seluas-luasnya untuk mereka berkarya. “Banyak desainer lokal yang mempunyai potensi untuk dikembangkan,” tuturnya.

Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono mengapresiasi antusias para peserta Fashion Design Corak Insang Competition yang digelar pihaknya dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Pontianak ke-248. Awalnya, peserta yang mendaftar berjumlah 23 peserta. Namun setelah melalui tahapan seleksi, tersisa 10 nominator. “Kesepuluh nominasi inilah yang tampil malam ini untuk memperebutkan Juara Pertama hingga Juara Harapan Ketiga atau enam posisi juara,” ujarnya.

Yanieta yang juga sebagai satu di antara juri yang menilai para peserta, menyebut, ada lima kriteria penilaian dalam kompetisi ini, yakni kreativitas, originalitas, kerapian, daya jual dan daya pakai. “Dari sejumlah peserta yang mendaftar dalam kompetisi, didominasi desainer-desainer muda Pontianak yang memiliki kreativitas dan ide yang luar biasa,” tukasnya.

Tema kompetisi desain fashion ini, lanjut dia, adalah Ready to Wear, Deluxe Corak Insang. Diangkatnya tema corak insang karena sebagai upaya mengangkat dan melestarikan khas tenun Pontianak.

Yanieta menuturkan, Dekranasda Kota Pontianak terus melakukan pembinaan kepada para desainer-desainer muda yang memiliki potensi. Para desainer ini juga didorong untuk terus melestarikan kearifan lokal melalui karya-karya fashion yang mereka ciptakan. “Kami akan berusaha memajukan dan meningkatkan kompetensi para desainer muda sehingga mereka bisa bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional,” kata dia.

Dalam kompetisi lomba desain busana ini, melibatkan juri-juri dari berbagai kalangan, yakni Yanieta Arbiastutie Kamtono sebagai Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Uke Tugimin sebagai Fashion Designer, Hadi Kusnan selaku Fashion Designer, Ulya Alfisa dari National Board of Indonesian Fashion Chamber (IFC), Arief Fitriansyah sebagai Ketua IFC Chapter Pontianak dan Hamisah sebagai Sekretaris IFC Chapter Pontianak.

Adapun hasil lengkap para pemenang Fashion Design Corak Insang Competition adalah Juara Pertama diraih Cyndika Verona, Juara Kedua Syf Yuli Purnamasari dan Juara Ketiga diraih Salwa Salsabila Alvanisa. Sedangkan Juara Harapan Satu direbut kolaborasi dua desainer yakni Diah Fadia dan Tri Lolita Andini, Harapan Kedua, Faza Rusyda Ulya dan Harapan Ketiga diraih Malsa Sara Khafilah. (iza)

corak insang
Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie bersama dewan juri Pontianak Fashion Design Corak Insang Competition 2019.
Read Previous

Sambut Hari Jadi ke-248 Pontianak, Warga Percantik Lingkungan dengan Mural

Read Next

Bupati Pastikan Penerapan E-Kinerja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *