Terotong alias Kelawit, Durian Mini Berwarna Kuning

LANGKA: Terotong alias kelawit, durian langka ada di Kalimantan Barat.MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST

 Durian Langka Kalimantan

Bumi Borneo menyimpan sejuta cerita tentang durian. Kalbar menjadi destinasi yang tepat bagi pecinta durian. Ragam jenis durian terbaik ada di Kalbar. Salah satunya durian terotong ini.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

BELUM lama ini, Festival Durian yang digelar di Kalbar sukses menyedot perhatian publik. Ramai pengunjung yang datang bersama keluarga untuk menikmati daging durian nan lunak. Durian menjadi raja buah yang sangat digemari.

Namun, berbeda dengan buah durian yang satu ini. Namanya Terotong alias kelawit, atau ada juga yang menyebutnya kuroyiat. Durian mini juga menjadi sebutan lain dari buah ini. Sekilas bentuknya seperti durian pada umumnya. Berwarna hijau dan berduri. Bedanya, duri pada durian ini lebih panjang dan tajam dari durian pada umumnya. Saat matang, warna durian tetap hijau.

Penulis berkesempatan untuk kali pertama mencicipi durian ini. Mulanya agak kesulitan membuka kulitnya. Selain durinya yang lebih panjang dan tajam, bentuknya yang sangat kecil dari durian pada umumnya. Butuh kehati-hatian saat membukanya. Cara membukanya tak ubahnya seperti buah durian biasanya.

Ketika durian sudah terbelah, tampaklah isinya yang juga hampir sama dengan durian yang banyak dijual di sekitar Jalan Teuku Umar. Namun, ukurannya lebih kecil dan tidak banyak. Jika beruntung bisa mendapatkan lebih dari dua atau tiga biji atau lomek durian. Seringnya satu buah Terotong ini hanya dua lomek durian saja.

Aroma khas durian begitu kuat. Daging buahnya berwarna kuning tipis ini bertekstur lembut serta rasa manis yang dominan di lidah. Tidak bergas seperti kita memakan durian biasa, terutama saat bersendawa.

Salah satu daerah penghasil durian terotong ini adalah Dusun Ngalok, Desa Sejuah, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau. Buah ini memang jarang dijual di pasaran. Siti Rohani, warga Kembayan mengatakan buah ini cukup langka. “Itu buah langka, katanya pohonnya besar sekali. Saya dikasih sama bibi yang ada di Desa Ngalok,” ungkapnya.

Menurut Rohani, bila musimnya tiba bisa sesekali ditemukan ada yang menjualnya dipasar. Harganya bervariasi, berkisar 3 buah Rp 10 ribu. Ukurannya juga berbeda-beda. Ada yang agak besar, ada yang ukuran kecil. “Di tempat lain ada yang agak besar. Kalau di Ngalok emang kecil-kecil. Ada yang sebesar kepala kucing, dan ada yang kecil lagi,” kata warga Desa Dusun Merpati, Kembayan ini.

Dalam kebiasaan kampung, lanjut Rohani masyarakat yang tidak memiliki pohon terotong ini boleh mencari durian ini ke kebun-kebun milik tetangga. Namun, pantang larangnya tidak boleh dijual, karena sang pemilik akan marah.

“Pohonnya punya orang, cuman kebiasaan orang di kampung siapa yang rajin cari di bawahnya, kalau dapat dia yang punya. Asal untuk dimakan, tidak untuk dijual. Kalau dijual yang punya marah,” katanya. (*)

loading...