Tersandung Kasus Narkoba, Ijab Kabul Dalam Tahanan

Isak tangis pecah, saat JU (32) dan PS (28) mengikrarkan janji suci untuk sehidup semati saat akad nikah yang dilaksanakan di Aula Mapolres Sambas. Acara sakral ini digelar saat JU tersangkut kasus hukum. Bagaimana ceritanya?

FAHROZI, Sambas

Suasana suka dan duka bercampur, saat prosesi akad nikah antara JU (warga Pemangkat) dan PS (warga Salatiga) yang dilangsungkan di Aula Utama Mapolres Sambas, Jumat (10/1). Sejumlah pihak keluarga juga hadir, menyaksikan momentum tersebut.

Pihak keluarga kedua mempelai, sebenarnya sudah merencanakan tanggal pesta pernikahan pada 10 Januari 2020. Namun karena JU (mempelai laki-laki) tersandung kasus narkotika, ditahan sementara di sel Mapolres Sambas, akad nikah pun dilaksanakan di Mapolres Sambas.

Jeruji besi tak juga menghalangi keduanya untuk mengesahkan hubungan mereka menjadi sepasang suami dan istri. Terlebih, keduanya kuranglebih sudah dua tahun menjalin asmara. Bahkan sudah bertunangan.

“Kami (JU dan PS), sudah bertunangan (sebelum tersangkut kasus hukum), kemudian menentukan hari pernikahan yakni Jumat (10/1). Tapi karena masalah ini (kasus yang dihadapi), disepakati melaksanakan akad nikah, dan itu dilaksanakan di Mapolres Sambas dengan izin dari Kapolres Sambas,” kata JU, ditemui usai akad nikah yang digelar di aula utama Polres Sambas yang saat ini difungsikan sebagai masjid.

Prosesi akad nikah, dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Keluarga atau wali dari keduanya, yakni wali dari JU dan Wali dari PS, bersama dengan pemandu akad atau Lebay dari Pemangkat, tiba di Polres Sambas. Wakapolres Sambas, Kompol Ridho Hidayat, Kasat Narkoba hadir di acara akad.

Layaknya akad nikah seperti biasanya, Syahrial menanyakan kepada kedua mempelai apakah ada wali dari masing-masing. Dilihat sudah ada, kemudian Syahrial memulai acara akad. “Kami beri waktu untuk menghafal bunyi ijab kabul yang harus diucapkan mempelai perempuan dan laki-laki,” katanya. Bahkan, untuk meyakinkan, ke duanya juga dites terlebih dahulu sebelum benar-benar dilaksanakan.

Setelah mempelai menyatakan siap, Syahrial lantas memulai akad nikah. Saat inilah, suasana harus terlihat. PS, meneteskan air mata saat mengucapkan ijab. Bahkan suaranya pun tersedu-sedu. PS pun terus mengusap air mata yang terus membasahi pipi.

Begitu juga dengan JU, saat mengucapkan ijab. Dirinya tak bisa menahan air mata. Tak sampai disitu, sejumlah keluarga mempelai yang hadir, juga turut meneteskan air mata menyaksikan momentum sakral anggota keluarganya.

Meskipun demikian, pelaksanaan ijab kabul berjalan lancar. “Sah,” kata
wali dari kedua mempelai setelah keduanya mengucapkan ijab kabul. Wakapolres Sambas, Kompol Ridho Hidayat menyebutkan JU, pada 2 Januari 2020, ditangkap pihak kepolisian karena kasus kepemilikan sabu-sabu dan sejumlah barang bukti lainnya. “Sejak tersangkut kasus narkotika, JU ini ditahan sementara di sel Mapolres Sambas sebelum diserahkan ke
Kajari Sambas untuk persidangan,” kata Wakapolres Sambas.

JU sebelum ditangkap polisi. Sudah bertunangan dengan PS, bahkan keluarga juga sudah menentukan pelaksanaan resepsi pernikahan yakni Jumat (10/1). Namun karena JU saat ini ditahan, pihak keluarga mengajukan permohonan untuk melaksanakan pernikahan. “Pihak keluarga kedua mempelai, mengkomunikasikan ke kami untuk meminta izin melaksanakan pernikahan. Kemudian Pak Kapolres Sambas memberikan kebijakan, karena ini menyangkut hak azasi manusia dan setelah proses panjang dilakukan, diberikan izin. Namun untuk pelaksanaan akad nikah, bukan resepsi, sehingga dilaksanakanlah saat ini,” katanya.

Usai akad nikah, Wakapolres juga menyampaikan ucapan selamat, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah. Wakapolres juga meminta kejadian ini, kepada JU bisa menjadi pengalaman yang berharga. Sehingga setelah menjalani masa tahanan, bisa pulang membangun keluarga dan tak menjual atau mengkonsumsi narkotika.

JU sendiri mengaku bahagia bisa malaksanakan akad nikah, dirinya pun menyampaikan terimakasih kepada Kapolres Sambas dan seluruh jajarannya, yang sudah memberikan izin melangsungkan akad nikah. JU pun mengaku menyesal berurusan dengan narkotika dan setelah menjalani masa hukuman, akan membuka lembaran hidup baru bersama istrinya. (fah)

 

loading...