Tetap Bekerja di Ruang Isolasi  Sembari Merawat Tanaman

BERKEBUN: HD (29), pasien positif covid-19 saat merawat tanaman yang ada di pusat pembibitan Yayasan Asri | ISTIMEWA

Kisah Pasien Covid-19 di Klinik Asri, Kayong Utara

Yayasan Alam Sehat Lestari (Asri) saat ini merawat dua orang pasien Covid-19, yakni suami istri, yang dinyatakan positif sejak April lalu. Keduanya menjalani isolasi di klinik yang berlokasi di Sukadana, Kayong Utara itu.

SITI SULBIYAH, Pontianak

HD (29), seorang laki-laki yang juga adalah staf Yayasan Asri waktu itu baru saja pulang dari India. Klinik Asri segera mengarahkan yang bersangkutan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Beberapa hari kemudian, Dinas Kesehatan melakukan rapid test dan didapatkan hasil reaktif.

HD kemudian dikirim ke RSUD Dr Agoesdjam Ketapang untuk dilakukan pengambilan sampel swab. Setelah itu pemerintah Kabupaten Kayong Utara mengarahkan HD untuk melakukan isolasi sembari menunggu hasil swab keluar di Klinik ASRI.  Kebetulan di sana, terdapat ruang yang sedianya dipakai untuk isolasi pasien TB yang belum dioperasikan. “Kebetulan juga yang terkonfirmasi positif ini adalah staf reboisasi Asri,” ungkap Direktur Eksekutif ASRI, Nur Febriani, saat dihubungi Pontianak Post, kemarin.

Diceritakan Nur Febriani, ketika hasil swab keluar, HD terkonfirmasi positif covid-19. Hampir satu bulan kemudian, ternyata istrinya juga terkonfirmasi positif. Keduanya kini menjalani karantina di Klinik Asri. Anak-anak mereka juga ikut tinggal di sana, meskipun hasilnya swabnya belum diketahui. Meski begitu, keduanya tidak membutuhkan perawatan layaknya orang sakit yang memerlukan bantuan medis. Boleh dikatakan, suami hanya bergejala ringan, dan istri tidak mengalami gejala apapun. Selain berusia cukup muda, keduanya juga tidak menderita penyakit lain yang dapat memperburuk kondisinya.

“Di awal isolasi HD ini memang ada gejala batuk dan serak. Tapi setelah diisolasi dan hingga saat ini, sudah tidak ada lagi gejala-gejala yang terkait covid-19. Jadi memang dari awal tidak membutuhkan perawatan yang gimana-gimana,” kata dia.

Yayasan Asri, dijelaskan dia, merupakan yayasan yang mengintegrasikan kesehatan manusia dengan lingkungan, khususnya konservasi hutan. Yayasan ini adalah penerima Penghargaan Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan tahun 2016. Klinik Asri, merupakan klinik dari yayasan tersebut yang memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Pasien yang memeriksakan diri di klinik itu, tidak harus membayar dengan uang, melainkan bisa membayar dengan bibit tanaman.

“Klinik ini sudah berdiri sejak 2007, dan kami sudah menerapkan pembayaran dengan bibit pohon saat itu. Saat ini, klinik punya lima dokter dengan layanan yang terbilang lengkap. Pembayaran dengan bibit pohon merupakan pembayaran non-tunai terpopuler setelah BPJS. Tahun lalu saja kami menerima lebih dari 23 ribu pohon, yang nantinya akan kami gunakan untuk menghijaukan kembali hutan yang terdegradasi,” kata dia.

Sebagai penyedia layanan kesehatan, pihaknya berusaha memberikan pelayanan yang baik bagi keluarga yang dirawat di klinik itu. Yayasan Asri menyediakan fasilitas tambahan berupa televisi dan kulkas. Pemerintah setempat juga memberikan perhatian dengan memberikan sumbangan bahan makanan, dan kedua anaknya juga mendapatkan sumbangan berupa mainan agar tidak bosan berada di sana. Keluarga tersebut terlihat sehat dan beraktivitas seperti biasa. Didukung jaringan wi-fi yang baik, HD tetap bekerja dari ruangan isolasi, berkoordinasi dengan rekan kerja di ASRI, bahkan diarahkan untuk merawat tanaman yang ada di pusat pembibitan yayasan ini.

“Dukungan dalam bentuk logistik dari pemerintah dan kerabat yang bersangkutan, juga berdatangan, mulai dari beras, telur, susu, kue, dan lain-lain. Kemarin juga sempat dapat mainan edukasi untuk kedua anak mereka,” kata dia.

Yayasan Asri memiliki sejumlah kamar yang dapat difungsikan sebagai ruang isolasi mandiri. Karena itulah, pihaknya dengan tangan terbuka jika pemerintah daerah kembali meminta untuk menampung orang dengan covid-19. “Jika pemerintah meminta, tentu Asri akan berkontribusi. Selama kita bisa, kita siap berbagi peran,” kata dia.

Selain menyediakan ruangan isolasi untuk orang terkonfirmasi positif covid-19, pihaknya juga turut berkontribusi dalam pencegahan dan penanganan virus corona, khususnya di Kayong Utara. Beberapa waktu yang lalu, pihaknya mendonasikan bantuan untuk penanganan Covid-19 kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kayong Utara, berupa 250 hazmat/coverall, 50 box atau 5000 pasang sarung tangan medis/handscoen, 50 box atau 1000 masker bedah, dan 250 masker KN95. Pihaknya juga menyerahkan bantuan berupa 1000 masker kain yang produksinya melibatkan para perempuan. (*)

error: Content is protected !!